0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lokasi Kebakaran Lawu Bukan Jalur Pendakian

timlo.net/nanang rahadian

Asap maih mengepul dari lokasi kebakaran

Karanganyar — Sejumlah relawan terjun ke lokasi untuk melokalisir api agar tidak meluas. Lokalisir api dilakukan dengan menggunakan ranting dan batang pohon yang ditepuk-tepukkan di pinggiran titik api.

“Satu-satunya cara ya hanya secara manual, luasan yang terbakar membuat kami kesulitan jika menggunakan api atau melokalisir dengan membuat parit,” kata Alex, relawan dari Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Tetuko Tawangmangu, Jumat (21/8).

Alex mengatakan, pada Jumat (21/8) pagi api sudah padam. Tapi siangnya api terlihat lagi di Bukit Pranten. Sejumlah relawan harus naik lagi untuk melakukan pemadaman. Menurutnya, lokasi hutan yang terbakar bukan di jalur pendakian.

“Kawasan ini malah biasanya dipakai untuk latihan militer. Kebakarannya diduga karena gesekan ranting kering. Karena ini kemarau, gesekan mudah menimbulkan api. Apalagi rumput di sekitarnya juga kering, sehingga mudah terbakar,” jelasnya.

Widodo, relawan lainnya mengaku, upaya pemadaman hanya bisa dilakukan dengan cara menepuk titik api dengan dahan pohon.

“Kalau mau mencangkuli tanah untuk melokalisir api, medannya tidak memungkinkan. Mau disemprot, alatnya tidak ada. Ya akhirnya hanya menepuk-nepuk api, agar tidak merambat,” katanya.

Seperti diketahui, 90 hektar hutan Lawu di sekitar dusun Tlogodlingo, Desa Gondosuli, Tawangmangu terbakar sejak Kamis (20/9). Upaya pemadaman terus dilakukan agar kebakaran tidak meluas.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge