0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Soal PKL Depan RS Moewardi, Pihak Terkait Diminta Duduk Bersama

timlo.net/heru murdani

Petugas Dishub Solo memasang Barrier di depan RSUD Moewardi

Solo – Komisi III DPRD Solo meminta dinas terkait duduk bersama dengan pedagang kaki lima (PKL) di depan Rumah Sakit (RS) Dr Moewardi. Hal ini agar persoalan yang ada bisa dicarikan solusi.

“Harus dipahami lokasi tersebut memang dilarang untuk berjualan, karena mengganggu akses lalu lintas di sana. Di sisi lain, para pedagang ini juga butuh makan. Semua pihak harus secepatnya bertemu, tidak boleh ditunda-tunda,” kata Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto kepada wartawan, Jumat (21/8).

Menurut Honda, praktek kucing-kucingan antara pedagang dengan Pemkot selama ini juga tidak akan menyelesaikan persoalan. Solusi bisa didapatkan jika Pemkot dan pedagang bertemu dan duduk bersama.

“Saya kira belum perlu memanggil pihak-pihak terkait. Biar dinas-dinas membangun komunikasi dulu dengan pedagang,” jelas dia.

Sementara, Wakil Ketua Komisi III DPRD Solo, Sugeng Riyanto sepakat perlunya pembicaraan antara pihak-pihak terkait.

“Para pihak perlu bertemu baik pedagang, Dishubkominfo (Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika), DPP (Dinas Pengelola Pasar), Satpol PP dan dinas lain. DPRD bisa saja merekomendasikan adanya pertemuan dengan melibatkan semua pihak agar bisa dicari solusi,” beber dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan PKL yang berjualan di depan Rumah Sakit (RS) dr Moewardi mendatangi DPRD Solo, Kamis (20/8). Mereka mengeluhkan pemasangan barrier di jalur lambat depan RS lantaran membuat mereka tidak bisa berjualan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge