0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kepekatan Klorin Lebih Dari 100 Kali Deterjen

timlo.net/aditya wijaya

Lokasi kebocoran gas masih ditutup

Klaten — Polres Klaten menyatakan peristiwa bocornya tabung gas di sumur dalam Pamardi Rahayu milik PDAM Klaten, Kamis (20/8), merupakan masalah teknis. Pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan tentang dampak kesehatan bagi masyarakat setempat.

“Kami akan koordinasikan dengan instansi yang punya ahli dibidang itu. Selain itu, belum ada penyitaan, kita kaji dulu, kita belum buru-buru kesana. Namun demikian, kami akan mengantisipasi bila masyarakat ada yang sakit berikutnya,” ujar Kapolres Klaten, AKBP Langgeng Purnomo, Jumat (21/8).

Seperti diketahui, sebanyak 23 orang termasuk anggota polisi, mengalami gangguan pernafasan paska bocornya tabung klorin di Dukuh Tegal Kepatihan RT 03/RW 05, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah itu, Kamis (20/8). Akibatnya, mereka harus dilarikan ke rumah sakit.

Sementara itu, Dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Cakra Husada Klaten mengatakan, sebagian besar korban mengalami sesak nafas, pusing, dan mual. Pasalnya, gas klorin dihirup lewat saluran pernafasan dan masuk ke dalam lambung.

“Rata-rata kekurangan oksigen di dalam tubuh. Setelah diberi oksigen, sekitar satu sampai dua jam kemudian pasien merasa enak. Tapi, kalau dihirup dan masuk paru-paru bisa berbahaya,” kata dr Sumaryani Yoga Hastanti.

Dari 23 orang itu, ditambahkannya, hanya ada satu pasien yang harus menjalani rawat inap, yakni Supriyanto, pegawai PDAM Klaten. Sementara sisanya hanya rawat jalan.

“Ruangan (IGD) ini saja kemarin juga berbau gas klorin. Karena pekatnya gas itu, di pakaian beberapa korban menempel partikel-partikel berwarna putih. Bisa dibayangkan, ibarat 100 kali bau deterjen, mungkin itulah yang dirasakan pasien saat menghirupnya,”  tambahnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge