0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Batasan Dana Kampanye Fantastis, Untuk Kelonggaran Kampanye

Ilustrasi Pilkada

Solo РTim pemenangan pasangan calon (paslon) mengakui batasan dana kampanye dibuat tinggi yakni maksimal Rp 100,35 Miliar agar paslon bisa lebih gencar melakukan sosialisasi. Namun demikian, tim pemenangan meyakini besaran belanja kampanye  tidak akan sampai mendekati angka maksimal.

“Konteks (pembatasan) dana kampanye ini memang dibuat longgar. Kepentingan AFi (Anung -Fajri), dengan adanya pembatasan baliho dan poster, sedikit banyak menjadi hambatan bagi AFi sebagai penantang dalam mengenalkan AFi ke masyarakat,” kata Ketua Tim Pemenangan AFi, Sugeng Riyanto kepada wartawan, Jumat (21/8).

Lantaran adanya pembatasan baliho dan poster itulah, pihaknya menilai perlu ada kelonggaran pengadaan bahan kampanye yang dibolehkan. Karena itulah, dalam rapat koordinasi (Rakor) pembatasan dana kampanye, pihaknya meminta jumlah bahan kampanye dan kegiatan kampanye bisa diperbanyak.

“Seperti kegiatan kampanye tatap muka, awalnya pengalinya 5. Tapi kemudian kami minta dibuat 51,” ungkap dia.

Sugeng melanjutkan, belanja kampanye nantinya tidak akan sebesar angka maksimal pembatasan. Pembatasan dana kampanye itu secara psikologis sebagai rambu-rambu dalam berkampanye.

“Kita akan gunakan seefisien mungkin. Saya yakin nggak akan tembus segitu,” ujar dia.

Terpisah, Wakil Ketua Bidang Kampanye dan Media Tim Pemenangan FX Hadi Rudyatmo (Rudy) – Achmad Purnomo, Paulus Haryoto mengemukakan pembatasan dana kampanye Rp 100,35 miliar tidak terlalu mendasar. Pasalnya, Tim Rudy-Purnomo tidak akan mengalokasikan anggaran yang besar untuk kampanye.

“Kita tidak akan mengalokasikan dana besar untuk kampanye. Kami menghindari kampanye terbuka yang menghabiskan dana besar. Jadi, ya kami tidak masalah dengan pembatasan itu. Bagi kami, anggaran Rp 100,35 Miliar itu ngoyoworo,” jelas dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge