0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Fantastis, Dana Kampanye Pilkada Solo Maksimal Rp 100,35 Miliar

Komisioner Divisi Hukum, Pencalonan dan Kampanye KPU Solo, Nurul Sutarti (dok.timlo.net/daryono)

Solo —¬†Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo bersama tim pemenangan pasangan calon (Paslon) akhirnya menyepakati besaran pembatasan dana kampanye, Kamis (21/8). Namun, besaran pembatasan dana kampanye yang disepakati cukup fantastis yakni maksimal Rp 100,35 miliar.

“Pembatasan Rp 100,35 miliar itu meliputi semua hal mulai rapat umum, pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, pengadaan bahan kampanye dan kegiatan lain yang tidak melanggar aturan,” kata Komisioner Divisi Hukum, Pencalonan dan Kampanye KPU Solo, Nurul Sutarti kepada wartawan, Jumat (21/8).

Diakui Nurul, angka pembatasan dana kampanye yang disepakati memang tergolong tinggi bila dibanding daerah lain yang hanya di kisaran Rp 10 miliar. Namun, besarnya pembatasan dana kampanye lantaran seluruh kegiatan kampanye termasuk kegiatan kampanye yang tidak melanggar sudah dihitung besarannya dari sisi nilai dan kuantitasnya.

“Yang tinggi di bahan kampanye dengan hitungan 75 persen dari total pemilih. Bahan kampanye ini asumsinya sekitar Rp 7,9 miliar. Sedangkan untuk kegiatan tidak melanggar itu asumsinya bisa sampai Rp 56 miliar,” bebernya.

Nurul melanjutkan, apabila dana kampanye nantinya melebihi Rp 100,35 miliar, Paslon bakal dikenai sanksi pembatalan sebagai calon. Dana kampanye paslon nantinya akan diketahui dari laporan dana kampanye yang harus dilaporkan ke KPU.

Disinggung besarnya pembatasan dana kampanye terlalu besar dan tidak sejalan dengan semangat pembatasan kampanye, Nurul mengungkapkan Peraturan KPU No 8 Tahun 2015 tidak memberikan batasan angka. Pembatasan diserahkan kepada KPU kabupaten/kota dengan melibatkan paslon.

“KPU kota memang diberi keleluasan oleh KPU RI untuk membuat kesepakatan pembatasan dengan melibatkan paslon,” jelasnya.

Nurul menerangkan, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) kemarin KPU sebenarnya sudah merancang pembatasan. Namun, tim Paslon keberatan dengan rancangan KPU.

“Seperti kampanye pertemuan terbatas dan tatap muka, awalnya kita merancang sehari satu tempat. Tetapi paslon meminta 10 tempat berbeda dalam satu hari,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge