0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kejagung Bantah Salah Geledah

dok.merdeka.com

HM Prasetyo

Timlo.net – Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah telah melakukan kesalahan prosedur dalam penggeledahan di kantor PT Victoria Sekuritas. Jaksa Agung HM Prasetyo menantang mengajukan praperadilan jika memang pihaknya telah melakukan seperti apa yang telah dituduhkan.

“Kalau mereka merasa (penggeledahan-red) tidak benar, silakan gugat di praperadilan,” kata Prasetyo, Jumat (21/8).

Dia juga membantah DPR melakukan intervensi dalam kasus ini. Menurutnya, semua pihak bisa memberikan informasi atau membuat pengaduan ke parlemen.

“DPR itu kan wakil rakyat, mungkin ada pihak yang memberikan informasi. Bisa saja memberikan masukan,” jelasnya.

Lebih jauh, dia mengatakan kasus ini secara mendetail akan dibahas dalam rapat kerja antara pihaknya dengan Komisi III DPR dalam waktu dekat.

“Itu nanti dibahas di dalam rapat kerja dengan Komisi III,” tukasnya.

Sebelumnya, Direktur PT Victoria Sekuritas Indonesia (PT VS), Yangky Halim menegaskan, penggeledahan di kantornya salah alamat. Dia menjelaskan, perusahaan yang dipimpinnya berbeda dengan Victoria Securities Internasional Corporation (VSIC), perusahaan berbadan hukum asing di British Virgin Island ini yang berkaitan dengan kasus BPPN itu, bukan perusahaannya.

“Tim yang mengaku satgasus dari Kejaksaan Agung tidak menunjukkan atau memberikan identitas,” ujar Yangky.

“Beberapa identitas yang tidak ditunjukkan, antara lain surat perintah penggeledahan. Serta izin penggeledahan dan penyitaan dari pengadilan negeri setempat,” kata dia.

Tidak hanya itu, proses administrasi perihal penggeledahan ini juga rupanya tidak sesuai dengan prosedur. Misalnya saja alamat penggeledahan yang tercantum dalam surat permohonan penggeledahan ke PN Jakarta Pusat berbeda dengan surat penggeledahan versi Kejaksaan Agung.

[dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge