0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

1.500 Kapal Pesiar Dunia Diharapkan Mampir ke Indonesia

Kapal pesiar (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Indonesia menyiapkan 10 even internasional untuk meningkatkan kunjungan yacht. Karena tahun ini pemerintah menargetkan 1.500 kapal atau naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2014 sebanyak 750 kunjungan yacht.

Untuk mendukung target kunjungan yacht juga disiapkan peningkatan infrastruktur berupa pembangunan titik labuh (dermaga/marina) di empat kabupaten yang menjadi arena belayar favorit para yachter dunia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama instansi terkait meningkatkan infrastruktur dengan membangun titik labuh di sejumlah kabupaten serta menyiapkan kegiatan (event) yacht internasional. Ini sebagai tindak lanjut dari perbaikan regulasi dengan memberikan kemudahan izin masuk yacht di perairan Indonesia dalam upaya meningkatkan kunjungan para yachter dunia

“Tahun ini kita membangun 4 titik labuh yacht. Dalam lima tahun ke depan kita akan membangun 100 marina, termasuk yang dibangun oleh pengusaha pariwisata yang bergerak di bidang marina. Fasilitas marina sangat strategis untuk mendukung target kunjungan 5.000 yacht pada tahun 2019 mendatang,” kata Arief melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, Jumat (23/8).

Untuk tahun depan, pemerintah menargetkan kunjungan kapal pesiar 2.200 kapal, pada 2017 sebanyak 3.000 kapal, 2018 dan 2019 masing-masing 4.000 kapal dan 5.000 kapal.

Pihaknya meyakini, semakin banyak kapal pesiar yang bersandar di Indonesia akan berdampak pada perolehan devisa dari sektor pariwisata. Dia mencontohkan, pada 2014 rata-rata kunjungan wisman dari kapal pesiar sebanyak 5 orang per kapal. Dengan pengeluaran rata-rata USD 150 per orang/hari dan masa tinggal 120 hari. Jika kunjungan kepal pesiar ke perairan Indonesia sebanyak 750 kapal, menghasilkan devisa USD 67,5 juta.

Karena itu pemerintah menggelar event bertajuk The 2nd Edition of Indonesia Yacht Forum 2015, An International Forum for the Indonesian Yachting Industry dalam rangkaian kegiatan Indonesia Yacht Show (IYS). Event ini berlangsung tiga hari 21-23 Agustus 2015 di Batavia Sunda Kelapa Marina, Jakarta.

Mantan Dirut Telkom ini menjelaskan, potensi wisata bahari Indonesia sangat besar. Dengan garis pantai hampir 100.000 km dan tercatat sebagai salah satu terpanjang di dunia, Indonesia menjadi arena terbaik bagi wisatawan asing.

Diakuinya, potensi wisata bahari Indonesia belum tergarap secara optimal. Indikatornya terlihat dari kontribusinya masih rendah. Sebagai perbandingan kontribusi wisata bahari Indonesia baru 35 persen, sedangkan Malaysia sudah 40 persen bahkan terus meningkat.

Selama tahun 2015 ada 10 event yacht internasional yang melewati Indonesia yaitu; Singapore Strait Regatta (Singapura Darwin), Neptune Regatta (Singapura Indonesia), Sabang Regatta (Thailand Malaysia Indonesia), Sail Indonesia (Darwin Indonesia), Darwin Ambon Yacht Race (Australia Indonesia- Australia), Darwin Saumlaki (Australia Indonesia Australia), Wonderful Sail 2 Indonesia (Australia/New Zealand Indonesia- Singapura), Sail Maluku (Australia- Indonesia Australia), Back To Down Under Rally Sail Tomini (Malaysia Indonesia Australia), dan Fremantle to Bali and Beyond (Australia Indonesia Australia). [noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge