0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Modus Carikan Pekerjaan, Tipu Puluhan Orang

Dok.Timlo.net
Ilustrasi (Dok.Timlo.net)

Timlo.net — Anggota Polres Singkawang mengamankan Ri alias IW yang diduga telah melakukan penipuan terhadap puluhan orang. Dia mengaku sebagai supervisor managemen Hotel Swiss Inn Singkawang Grand Mall.

“Kita terpaksa mengamankan tersangka berdasarkan laporan dari puluhan korban yang berasal dari Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas,” kata Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP KZ Errie Limantara di Singkawang, Kamis (20/8).

Dia mengatakan, kasus itu terkuak setelah pihaknya mendapat laporan dari para korban. Polres Singkawang hanya menangani kasus yang berada di wilayahnya, sedangkan yang di Selakau diserahkan ke Polres Sambas.

“Ada puluhan orang yang datang ke Polres, dari puluhan tersebut kita pilah. Dan ternyata ada yang kejadiannya di Selakau dan di Singkawang. Di Singkawang ada 12 orang yang menjadi korban. Sedangkan di Selakau mencapai 33 korban, dan langsung kita serahkan ke sana,” ujarnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, kata Errie, setelah dilakukan pengembangan, ternyata hasilnya mengarah ke Ri alias IW. Berbekal dengan keterangan dan informasi itu, kemudian polisi melakukan penangkapan kepada IW, yang saat itu sedang menunggu kekasihnya mengantar baju di sebuah Wisma Jalan Melati, Kecamatan Singkawang Tengah.

“Sewaktu dilakukan penangkapan, IW diduga menyimpan alat isap sabu-sabu, namun terkait dugaan sebagai pelaku narkobanya, saat ini masih didalami pihak polisi. Sementara ini, kita hanya mengamankan barang bukti berupa kuitansi, fotocopy KTP korban, dan KK korban,” jelasnya.

Lanjut dia, modus penipuan yang dilakukan IW adalah mengaku sebagai supervisor yang dipercaya manajernya untuk melakukan perekrutan karyawan untuk dijadikan security (satpam), marketing, resepsionis, koki, dan cleaning service.

“IW juga menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu atas nama Sitimharjo dengan foto tetap gambar dirinya saat melakukan penipuan,” tuturnya.

Kata dia, guna meyakinkan korban, IW mengiming-imingi dengan gaji sebesar Rp 1.650.000 ditambah uang makan Rp 300 ribu dan uang prestasi Rp 100 ribu. Sehingga korban menjadi percaya dan enggan menolak, karena para korban dijanjikan akan mendapatkan gaji sebesar Rp 2.050.000 per bulan.

“Bahkan jika menjadi ‘security’ akan diberikan motor baru. Gaji besar yang dijanjikan Iw ini, dari mulut ke mulut terus menyebar sehingga banyak orang yang tertarik terutama orangtua,” katanya.

Masih kata dia, IW juga memberikan syarat, jika ingin diterima langsung tanpa tes dan seleksi, korban harus mengeluarkan uang rata-rata Rp 1,5 juta per orang.

Agar terlihat seperti perekrutan karyawan profesional para korban dikumpulkan di salah satu penginapan di Jalan Melati. Kemudian, untuk yang Satpam, juga telah dilakukan pelatihan dan disuruh menghafal sumpah Satpam di Selakau, dengan dilatih korban penipuan juga yang memahami pengetahuan baris berbaris.

“Untuk TKP yang kita tangani, masing-masing korban telah menyerahkan uang Rp1,5 juta. Namun, hanya ada satu orang saja yang baru membayar Rp 700 ribu, itupun karena IW ingin berpacaran dengan wanita tersebut, sehingga ada discon, dan ini juga dibenarkan dengan adanya keterangan saksi dan dibuktikan dengan lima kwitansi,” katanya.

Dia mengungkapkan IW menjanjikan korban akan segera mendapatkan seragam dan langsung bekerja usai Hotel diresmikan. Namun, ketika sudah harinya para korban baru menyadari kalau mereka menjadi korban penipuan.

Atas perbuatannya, warga Selakau itu pun diduga melakukan penipuan tentang tenaga kerja, dan melanggar Pasal 378 dan dilapis pasal 372 KUHP, dan diancam empat tahun kurungan penjara.

“Kasus ini sedang kita proses, dan tidak lama lagi, akan kita serahkan ke Kejaksaan Negeri Singkawang,” tandasnya.

[efd]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge