0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kinerja Wasit Piala Kemerdekaan Dipertanyakan

timlo.net/aryo yusri atmaja

Wasit Piala Kemerdekaan, Kangiadi (kuning)

Solo — Memasuki pertandingan ketiga, pelaksanaan Piala Kemerdekaan sedang mendapat sorotan. Yakni terkait kinerja wasit yang memimpin pertandingan. Seperti dalam pertandingan antara Persis Solo kontra Persinga Ngawi di Stadion Manahan, Kamis (20/8) sore.

“Wasit membuat kacau pertandingan. Ketidaktegasan membuat kami rugi karena emosi,” kata pelatih Persis, Aris Budi Sulistyo, Kamis petang.

Laga yang berakhir dengan skor 2-2 itu diwarnai sejumlah insiden yang membuat wasit yang memimpin pertandingan mendapat sorotan. Terutama kubu Persis Solo yang sering melancarkan protes, lantaran ketidak tegasan wasit bernama Kangiadi dari Jawa Timur. Aris terlihat sampai harus menarik-narik pengawas pertandingan agar segera mengganti wasit Kangiadi.

Dalam daftar susunan perangkat pertandingan Persis kontra Persinga, wasit Kangiadi tertulis berasal dari Jawa Timur. Padahal salah satu yang bertanding adalah Persinga Ngawi dari Jawa Timur dan tidak disebutkan asal daerah Kotanya.

Berbeda dengan daftar susunan perangkat pertandingan kedua yakni antara PPSM kontra PSIR. Tercatat wasit pemimpin pertandingan adalah Dadan Suhada dari Bandung, asisten wasit 1 Aris Nurul dari Yogyakarta, asisten wasit 2 Robby Sugilar dari Cianjur, serta wasit cadangan Nurul Ulum dari Pamekasan.

“Kami juga tidak tahu itu wasit beneran atau tidak. Mimpin pertandingan kok seperti itu. Sebagai tuan rumah, kami tidak minta diuntungkan, tapi mbok ya yang tegas dan netral,” beber Direktur Olahraga Persis, Totok Supriyanto.

“Kalau sudah begini mau lapor dan banding ke siapa. Katanya mau bikin tata kelola sepak bola yang lebih baik,” tandasnya.

Terpisah, pelatih PPSM Magelang, Gatoto Barnowo juga memberikan komentar terkait kinera wasit. Gatot menyebut kualitas wasit di Piala Kemerdekaan masih kurang dibandingkan milik PSSI di Divisi Utama.

“Kemarin saya melihat pertandingan Persis melawan PSIR, ada pelanggaran namun advantage ball dan bola masih dipegang pemain Persis, tapi kenapa wasit menghentikannya,” katanya.

“Di tim kami pun juga mengalami. Bukan soal berat sebelah, tapi kok saya lihat masih kurang intelejensinya. Saya sampai heran ini wasit lama nggak mimpin pertandingan atau memang hanya segitu kualitasnya,” tandas Gatot.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge