0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mengintip Rumah Pelatih Suharno di Ngrundul Klaten

timlo.net/aditya wijaya

Rumah masa kecil Suharno di Desa Ngrundul, Kebonarum, Klaten

Klaten – Meninggalnya pelatih klub sepakbola Arema Cronus, Suharno (55), Rabu (19/8) malam, meninggalkan duka bagi masyarakat Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Klaten.

“Lek (Paman) Harno dulu lahirnya disini (Ngrundul). Dia tinggal bersama almarhum ibunya di rumah bercat putih itu,” kata tetangga sekaligus kerabat Suharno, Ondi (30), Kamis (20/8).

Saat mengetahui Suharno meninggal dunia, warga Ngrundul langsung berbondong-bondong di halaman rumah yang berdiri sejumlah pohon mahoni itu. Pasalnya, pelatih kelahiran 1 Oktober 1959 ini dikenal sebagai sosok yang ramah dan dermawan.

“Setelah mengetahui dari berita, warga berkumpul untuk jaga-jaga apabila Lek Harno dimakamkan di sini. Tapi setelah ditelpon istrinya, ternyata Lek Harno dimakamkan di Blitar,” katanya.

Menurutnya, Suharno adalah sosok yang bersosial tinggi. Ia terakhir pulang ke Klaten paska Lebaran kemarin. Selain ziarah di makam orangtuanya, dia selalu membawa oleh-oleh tahu dari Blitar, tempat istrinya. Sedangkan bagi warga lansia diberikan jarit.

“Meski hanya beberapa jam, kalau ada pertandingan bola di Yogya atau Solo, Lek Harno selalu pulang. Pertengahan September nanti, putra tunggalnya hendak menikah. Dan keluarga besarnya disini sudah di-booking-kan hotel di Blitar,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge