0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ditahan Persinga 2-2

Aris : Persis Solo Butuh Mukjizat ke Perempatfinal

timlo.net/aryo yusri atmaja

Wasit Kangiadi mendapat protes dari pelatih Persis, Aris Budi Sulistyo

Solo — Peluang Laskar Sambernyawa Persis Solo kini sangat tipis untuk bersaing merebut tiket ke perempat final. Hasil draw 2-2 dengan Persinga Ngawi di matchday ketiga Grup C di Stadion Manahan, Kamis (20/8) sore, membuat Persis ada di peringkat empat sementara tanpa pernah menang.

“Saya ingin memaksimalkan dua laga terakhir, bisa lolos tentu menjadi mukjizat dan kami butuh itu. Saya berharap diberikan kemenangan di dua laga tersisa,” beber Pelatih Persis Solo, Aris Budi Sulistyo dalam konferensi pers, usai pertandingan

Aris juga menyorot kinerja wasit Kangiadi dari Jawa Timur yang tidak tegas sehingga membuat timnya bermain penuh emosi. Aris juga mengakui kesalahannya sehingga harus melakukan tindakan tak terpuji kepada pengawas pertandingan hingga menanduk asisten wasit 1.

“Pertandingan sebenarnya lumayan fair, tapi pengadil, saya kurang tahu bisa seperti itu. Konsentrasi dan emosional pemain saya memuncak. Saya sudah habis kesabaran, dan melakukan tindakan tak terpuji. Ada banyak insiden yang merugikan kami. Dapat penalti pun juga sudah dalam kondisi emosi,” lanjut Aris.

Dia menyebut, soal pengambil eksekusi penalti, hanya Andrid yang paling berani mengambil.

”Saya minta Johan Yoga, namun angkat tangan karena beban laga memang berat. Saya serahkan siapa yang berani,” tandas Aris.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge