0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kades Dituntut, Warga Manggung Tidak Terima

foto: Nanin

Ratusan warga Dusun Jeponan,Desa Manggung,Ngemplak, gruduk Pengadilan Negeri Boyolali

Boyolali – Ratusan warga Desa Manggung, Ngemplak, menggeruduk Pengadilan Negeri Boyolali, Kamis (20/8). Aksi ini sebagai bentuk solidaritas untuk membela Kades Manggung, Marsono, Ketua RW 01 Paiman Efendi dan Ketua RT 03 Isnaini. Ketiganya digugat warga Dusun Jeponan, Desa Manggung, Mulyadi Wagimin.

“Kades Kita digugat, kita warga tidak terima, ini bentuk pembelaan kami,” ucap Sumadi (50) warga Jeponan, Desa Manggung.

Sementara menurut salah satu tergugat yang juga merupakan Ketua RW 01, Paiman Efendi, mengatakan kasus hukum ini berawal dari penutupan jalan menuju ke kandang sapi milik penggugat, Mulyadi Wagimin. Alasannya, limbah peternakan sapi milik Mulyadi menganggu lingkungan.

Upaya mediasi sudah dilakukan, namun Mulyadi tetap nekat. Akhirnya dicapai kesepakatan, Mulyadi bersedia pindah setelah 1,5 hingga 2 tahun kemudian. Namun sayangnya, setelah batas waktu berakhir, Mulyadi tidak mau pindah.

“Akhirnya kita beri portal tapi kemudian kita tutup akses jalan menuju ke peternakanya,” tambahnya.

Namun aksi warga ini ternyata membuat Mulyadi tidak terima dan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Boyolali. Mulyadi menggugat ketiga tergugat sebesar Rp 1,5 Miliar.

Sementara itu dalam persidangan yang dipimpin Catur Bayu Sulistyo, memutuskan mediasi kedua belah pihak. Baik pengugat maupun tergugat diberi waktu 40 hari untuk melakukan mediasi.

“Ya nanti hasilnya apa, akan kita bicarakan dalam mediasi,” ujar Pengacara Tergugat, Anis Priyo Anshori usai persidangan.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge