0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rizal Ramli Kritik Utang Luar Negeri

dok.merdeka.com

Rizal Ramli

Timlo.net – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli kembali mengkritik kebijakan pemerintah. Dia angkat bicara soal utang luar negeri Indonesia.

Dalam pandangannya, Indonesia bisa membangun tanpa harus menggunakan dana utang. Rizal menceritakan pengalamannya. Pasca krisis moneter 98, industri penerbangan Indonesia jatuh hingga 60 persen.

Saat itu, cuma ada tiga maskapai. Pemerintah minta agar mereka menurunkan tarif, agar industri ini kembali bergairah. Namun sayangnya para pemain lama tidak mau dengan berbagai dalih dan alasan.

“Saat itu saya Menko Perekonomian. Akhirnya saya keluarkan kebijakan, membuka izin maskapai penerbangan baru. Maka, lahirlah 6-7 maskapai baru, sehingga terjadilah persaingan. Harga tiket turun drastis, dan jumlah penumpang naik hingga 5 kali dibandingkan sebelum krisis. Ini menjadi bukti, bahwa untuk membangun tidak harus menggunakan dana, apalagi kalau sumbernya hutang luar negeri,” ujar Rizal Ramli, Kamis (20/8).

Dalam konteks itu, dia menegaskan, Indonesia membutuhkan pejabat publik yang punya kemampuan memahami masalah dan berani mengambil tindakan yang out of the box.

“Satu lagi, pejabat harus tidak punya konflik kepentingan,” tukasnya.

Rizal Ramli sengaja menekankan, pentingnya membangun tanpa harus mengandalkan utang. Alasannya, tingginya utang luar negeri akan menekan neraca pembayaran.

Ujung-ujungnya, nilai tukar Rupiah semakin melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia, khususnya dolar Amerika atau USD.

Pandangan Rizal soal utang tak seirama dengan Presiden Joko Widodo yang tak mempersoalkan kebijakan pinjaman untuk pembangunan nasional. Menurut Jokowi sapaan akrabnya, utang Indonesia masih aman karena digunakan untuk hal yang produktif. Jokowi seolah tidak takut menambah utang negara.

“Pendanaan kita itu untuk investasi yang meningkatkan produktivitas. Bukan utang untuk konsumtif. Bukan utang untuk subsidi BBM. Kita sudah hitung manfaat yg akan jauh di atas bunga pinjaman dan ongkos pendanaan,” ucap Jokowi.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge