0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gelapkan Uang Perusahaan Rp 18 Juta, Karyawati Ditangkap

Kasi Humas Polsek Serengan, Aiptu Suharyanto menunjukkan barang bukti berupa kwitansi pembayaran pajak yang disetorkan oleh tersangka (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Anastasia Galuh Rakasita (28), warga Joyotakan RT 02/ RW 02 Serengan, Solo nekat menggelapkan uang perusahaan senilai Rp 18 juta lebih. Aksi yang dilakukan tersangka ini berhasil dibongkar setelah pihak perusahaan menerima pemberitahuan dari pihak pajak terdapat selisih antara setoran dan pembayaran yang dilakukan oleh salah seorang karyawannya.

“Jadi tersangka ini dipercaya oleh perusahaan untuk menyetorkan uang ke pihak pajak senilai Rp 18 juta lebih. Sedianya, uang tersebut digunakan untuk pembayaran pajak tahun 2014,” kata Kapolsek Serengan Kompol Edi Wibowo diwakili Kasi Humas Aiptu Suharyanto, Kamis (20/8) siang.

Tersangka yang bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan penjualan elektronik terbesar di Kota Solo tersebut, kata Suharyanto, dikenal ramah oleh rekan kerjanya. Tersangka dipercaya untuk mengelola administrasi serta melakukan penghitungan pajak penghasilan tahunan oleh perusahaan. Namun, saat kejadiaan tersebut pihak pajak menemui perusahaan bahwa terdapat selisih penghitungan antara uang yang disetorkan oleh perusahaan dengan yang diterima oleh kantor Pajak Pratama Solo.

“Aksi penggelapan tersangka ini terbongkar, setelah pihak pajak datang ke perusahaan dan mengatakan ada selisih Rp 18 juta lebih. Dari situ, perusahaan mencurigai tersangka yang kebetulan saat itu sedang cuti dan tidak kembali setelah masa cutinya telah habis,” jelas Suharyanto.

Setelah mendapat laporan dari perusahaan, lanjut Suharyanto, pihaknya langsung melakukan penelusuran jejak tersangka. Alhasil, tersangka berhasil ditangkap di tempat tinggalnya di Jalan Buncis No. 89 Kampung Poncobudoyo, RT 01/ RW 10, Pulisen, Boyolali pada awal Agustus lalu.

“Dari pengakuan tersangka, uangnya telah habis dibelanjakan,” terang Suharyanto.

Saat dilakukan penangkapan, tersangka sempat shock dan dirawat di RSUI Kustati Solo. Dari hasil rekam medis yang dimiliki pihak rumah sakit, tersangka sempat melakukan percobaan bunuh diri saat tersangkut masalah pidana tahun 2011 lalu. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihak Polsek Serengan memindahkan tersangka ke Rutan Solo.

“Ternyata tersangka pernah mencoba untuk bunuh diri. Untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan, kita tahan tersangka di sana (Rutan Solo),” tandas Suharyanto.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat Pasal 374 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge