0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Puluhan PKL Depan RSUD Dr Moewardi Ngadu ke DPRD

Sejumlah PKL mengadu ke DPRD Solo ()

Solo —  Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di depan RSUD Dr Moewardi, Jebres mendatangi DPRD Solo, Kamis (20/8). Mereka mengeluhkan pemasangan barrier di jalur lambat depan RS lantaran membuat mereka tidak bisa berjualan.

“Selama ini memang di situ tempat yang dilarang (berjualan). Tapi bagaimana lagi. Kita rakyat mau berdagang dengan membuka usaha. Kalau mau mengontrak kita tidak punya uang. Maka kita PKL-an di situ,” kata Ketua Paguyuban PKL depan RSUD Dr Moewardi, Hasmi Ansah Daud kepada wartawan.

Hasmi mengakui, selama hampir tiga tahun ini, PKL kucing-kucingan dengan Satpol PP. Pedagang nekat berjualan lantaran terdesak kondisi untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dia melanjutkan, pemasangan barrier di jalur lambat depan RS Moewardi membuat pedagang tidak bisa berjualan. Jalur lambat itu pun seharusnya hanya untuk searah, bukan dua arah.

“Yang jelas kita datang ke sini ingin meminta bantuan DPRD untuk menengahi dan mencari jalan keluar. Supaya kita bisa tetap mencari nafkah di situ. Apalagi sebagian besar PKL merupakan warga Jebres,” ungkapnya.

Dari keterangan Hasmi, jumlah PKL di depan RS Moewardi sekitar 85 orang. Mereka berjualan di siang dan malam hari.

Kedatangan puluhan PKL di DPRD Solo sekitar pukul 10.30 WIB itu sempat harus menunggu beberapa jam lantaran Komisi III selaku komisi terkait sedang kunjungan ke Manado. Namun, rombongan PKL akhirnya diterima Wakil Ketua DPRD Solo, Umar Hasyim dan anggota Komisi II, Kosmas Krisnamurti.

“Aspirasi PKL kami tampung dan akan kami sampaikan ke instansi terkait,” ujar Umar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge