0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Usai Divonis, Tahanan Narkoba Kabur

merdeka.com
ilustrasi tahanan kabur (merdeka.com)

Timlo.net – Seorang tahanan kasus narkoba, Moh Taufiqurrohman alias Taufik, asal Lingkungan Kamasan, Kelurahan Monjok, Kota Mataram, kabur usai persidangan di Pengadilan Negeri Mataram.

“Taufik kabur Selasa (18/8) sekitar pukul 14.00 Wita. Sampai saat ini kami bersama petugas lainnya masih melakukan pencarian,” kata Sahri, salah seorang petugas pengawal tahanan dari Kejaksaan Negeri Mataram, Rabu (19/8).

Taufik (21) dijatuhi hukuman penjara selama satu bulan karena melanggar Undang-Undang Nomor 35/2009 pasal 111 tentang tindak pidana hak menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika jenis hasis.

Saat itu, Sahri bersama dengan dua rekannya bernama Dion dan Layar bertugas untuk mengawal 43 tahanan Kejari Mataram yang dititipkan di Lapas Mataram untuk dipersidangkan di Pengadilan Negeri Mataram pada Selasa (18/8).

Dalam prosedur penanganan para tahanan, diakuinya bahwa kejaksaan yang memiliki tanggung jawab penuh untuk mengawal, memantau, dan mengantarkan para tahanan dari lembaga pemasyarakatan menuju meja persidangan sampai kembali lagi ke ruang tahanan di lapas.

“Kami ketahui dia hilang setelah dilakukan pengecekan di Lapas Mataram,” ucap Sahri.

Atas kejadian tersebut, Kajati NTB melalui Kasi Penkum dan Humas I Made Sutapa, enggan memberikan komentar kepada wartawan.

“Persoalan ini jangan dulu dibahas, nanti saja,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Mataram yang baru dilantik I Made Seraman mengatakan pihaknya menyesali kejadian tersebut. Ini menjadi pelajaran untuk lebih meningkatkan lagi pengamanan para tahanan yang tengah disidangkan.

“Sebenarnya dari sarana pendukung yang kami berikan untuk para tahanan sudah sangat memadai, kita punya tiga ruangan, termasuk ruang tahanan anak, tapi kembali lagi untuk masalah keamanan para tahanan itu seutuhnya adalah tanggung jawab pihak jaksa,” ucapnya.

Namun selama Seraman bertugas di Pengadilan Negeri Mataram, pihak petugas pengawal tahanan dari pihak kejaksaan selalu melaksanakan tugasnya sesuai dengan prosedur tetap (protap).

“Selama ini para petugas selalu bertugas sesuai dengan protap, para tahanan selalu digiring, baik saat keluar dari kendaraan tahanan, proses persidangan, sampai kembali lagi ke lapas. Bahkan, para tahanan juga selalu mengenakan rompi tahanan maupun borgol, tapi saat sidang itu semua harus dilepas,” katanya.

[rnd]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge