0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemarau, Pakan Hijau Mahal dan Langka

timlo.net/nanin

Musim kemarau, penjual pakan hijau laris manis

Boyolali — Kalangan peternak sapi di wilayah Musuk, Boyolali, mulai kesulitan mendapatkan pakan hijau. Menyusul musim kemarau panjang yang membuat tanaman hijau tidak bisa tumbuh. Untuk mendapatkan pakan hijau atau rumput, peternak harus membeli. Harga rumputpun melambung, perikatnya mencapai Rp 5 ribu rupiah.

“Terpaksa membeli, biasanya mencari di ladang, tapi sekarang sudah sulit,” ujar Hartono, peternak sapi perah asal Drajidan, Musuk, Rabu (19/8).

Meski harganya naik, Hartono mengaku tetap membelinya. Pasalnya, pakan hijau sangat mempengaruhi produktivitas susu sapi perahnya. Bila kekurangan pakan hijau, maka produksi susu bisa mengalami penurunan.

“Dalam sehari butuh 3 ikat rumput hijau,”tambahnya.

Disisi lain, kelangkaan rumput membuat sejumlah pedagang rumput segar kebanjiran order. Biasanya saat musim penghujan, dalam sehari hanya mampu menjual 540 ikat rumput, saat ini mampu menjual hingga 1.500 ikat rumput segar.

“Pembelinya ya pemilik ternak sapi di seputaran Musuk, Mojosongo dan Kota, sampai kewalahan kita,” ujar Mulyadi, salah satu penjual rumput.

Sementara terkait dengan kenaikan harga, Mulyadi mengaku hal itu terpaksa dilakukan. Pasalnya, untuk mencari rumput juga sangat sulit. Pihaknya bahkan harus membeli di luar wilayah Boyolali, seperti Klaten. Biasanya harga rumput perikat antara Rp 1.500 hingga Rp 2.000, namun kini menjadi Rp 5.000 perikatnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge