0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mario, Korban Trigana Air Yang Gemar Koleksi Motor Sport

dok.merdeka.com

Mario Rheso Buntoro

Timlo.net – Salah satu teknisi Trigana Air, Mario Rheso Buntoro (36), menjadi korban tewas dalam jatuhnya pesawat ATR 42-300 maskapai tersebut, di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Dia dikenal gemar mengutak-atik mesin dan otomotif, khususnya sepeda motor.

Sejak kecil, bapak dua anak ini sudah sering membongkar mesin kendaraan. Hingga akhirnya dia kuliah di Sekolah Tinggi Teknik Dirgantara, kini berganti nama menjadi Universitas Suryadarma, di Halim Perdanakusuma angkatan 1998. Dia menempuh jurusan teknik penerbangan aeronautika. Selepas menyelesaikan studi pada 2005, Mario langsung bekerja di Trigana.

Selain hobi utak-atik mesin, Mario juga gemar mengoleksi sepeda motor. Dia diketahui mempunyai tujuh motor sport lawas berkapasitas 150 cc, Suzuki RGR. Bahkan, Mario juga tergabung dalam klub RG Rider Community dan pernah didapuk menjadi ketua umum. Tak sampai di situ, Mario juga senang dengan dunia balap. Dia kerap ikut lomba di sirkuit.

“Dia sering ikut lomba di Sentul,” kata ibu mertua Mario, Hanny Murniati (62 tahun), Rabu (19/8).

Mario biasanya pulang ke Jakarta dua pekan sekali. Biasanya di kala senggang, dia menyempatkan bepergian menggunakan sepeda motor, atau diistilahkan touring, bersama teman-temannya.

“Sering (touring) sama teman-temannya,” ujar Hanny.

Hobi itu pun menurun ke anak sulung Mario, Muhammad Attala (7 tahun). Attala gemar mengumpulkan mobil mainan modifikasi gaya hot rod, Hot Wheels.

Saat ini, keluarga masih menanti kepulangan jenazah Mario. Jika prosesnya sudah selesai di Jayapura, jasadnya segera dibawa ke Jakarta.

[ary]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge