0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Ayam Potong Naik, Pedagang Ayam Goreng Ngeluh

dok.timlo.net/setyo pujis
Pedagang ayam goreng tepung (dok.timlo.net/setyo pujis)
Solo —  Tingginya harga ayam potong yang terjadi di pasaran dikeluhkan sejumlah pedagang daging olahan. Pasalnya, selain berdampak menurunnya permintaan, mereka juga harus menyiasati agar tidak rugi saat berjualan.
“Naiknya harga ayam potong memang cukup menyulitkan bagi kami. Karena jika harga dinaikkan takut pelanggan kabur, namun kalau tidak dinaikkan kita yang rugi,” ujar salah satu pedagang ayam goreng tepung, Rohmat kepada Timlo.net,  Selasa (18/8).
Untuk menyiasati kondisi tersebut pihaknya terpaksa mengurangi ukuran daging ayam yang digunakan. Hal itu dilakukan agar untung tetap bisa didapat dan pelanggan pun tidak merasa keberatan.
“Sehingga dengan demikian harga jual kita tetap sama dari sebelumnya,” jelasnya.
Hal sama juga dirasakan Ratmi (65), pedagang ayam goreng di Pasar Legi. Pihaknya terpaksa menaikkan harga ayam goreng jualannya karena menyesuaikan dengan  harga beli yang relatif mahal.
“Harganya terpaksa kita naikkan dari sebelumnya Rp 6 ribu per potong, sekarang menjadi Rp 7,5 ribu per potong,” ungkapnya.
Karena naikanya harga ayam potong tersebut, diakui permintaan pelanggan turun drastis. Jka sebelumnya perhari bisa menjual 10-15 potong, saat ini hanya 5-7 potong.
Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge