0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

281 Koperasi di Boyolali Mati Suri

Istimewa.
Lambang Koperasi Indonesia (Istimewa.)

Boyolali — Masyarakat dihimbau untuk waspada dengan keberadaan koperasi bodong. Pasalnya saat ini, dari 209 ribu koperasi di Indonesia, tercatat 30 persen atau 62 ribu merupakan koperasi bodong. Sementara untuk Kabupaten Boyolali, dari 1.075 koperasi, ada 281 diantaranya yang dinyatakan tidak aktif meski memiliki kantor.

“Kementerian Koperasi dan UMKM akan segera membekukan koperasi-koperasi bodong tersebut, karena berpotensi terjadinya penipuan dan pengelapan,” ujar penggiat koperasi yang juga dosen Universitas Kristen Satya Wacana, Eko Suseno, sarasehan dalam rangka Hari Koperasi ke-68 di Boyolali, baru-baru ini.

Dijelaskan, koperasi bodong yang dimaksud adalah memiliki kantor namun tidak memiliki pengurus dan tidak melakukan kegiatan usaha koperasi untuk melayani masyarakat. Keberadaan koperasi bodong patut diwaspadai, mengingat dasar berdirinya koperasi tersebut didirikan untuk mengemplang dana yang dikumpulkan dari masyarakat maupun pihak lain. Maraknya koperasi bodong salah satunya dikarenakan lemahnya pengawasan dari instansi terkait.

”Pengawasan yang kurang sehingga mereka bisa leluasa melakukan aktivitas,” tambahnya.

Keberadaan koperasi sendiri bila dikelola dengan baik dapat menjadi sokoguru perekonomian nasional. Selain itu, juga tidak akan kalah dengan perbankan, mengingat koperasi memiliki anggota yang sekaligus menjadi konsumennya sendiri.

“Butuh pengurus yang ahli, terampil, ditunjang moral dan pengawasan yang baik maka koperasi akan sehat,” katanya.

Sementara itu dari data Dinas Koperasi dan UMKM Boyolali, tercatat ada sebanyak 1.075 koperasi. Namun yang aktif hanya sebanyak 794 koperasi. Kasi Advokasi Dinas Koperasi dan UMKM Boyolali, M Sofyan Tsuri, koperasi dinyatakan aktif jika selain ada aktifitas, juga rutin memberikan laporan triwulan maupun mengadakan rapat anggota tahunan (RAT).

“Koperasi yang tidak aktif tidak pernah menyerahkan laporan triwulan maupun RAT,ada 281 koperasi yang tidak aktif,” ujar Sofyan, Selasa (18/8).

Sejauh ini, lanjut Sofyan, pihaknya kesulitan membubarkan koperasi yang tidak aktif. Salah satunya dikarenakan koperasi tersebut kemungkinan masih memiliki tanggungan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge