0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Berani Nakal, Pangkalan Elpiji Diancam Sanksi Berat

dok.merdeka.com

Pangkalan elpiji

Sragen – Sejumlah pangkalan nakal elpiji 3 kilogram di Kabupaten Sragen terancam sanksi berat. Ini menyusul temuan hasil investigasi tim khusus (Timsus) Dinas Perdagangan (Disdag) Sragen yang mendapati puluhan pangkalan tersebut terbukti menjual dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.

“Hasil di lapangan masih banyak pangkalan yang menjual gas di atas HET, berkisar antara Rp 16 ribu hingga Rp 18 ribu per tabung,” kata Kasie Pembinaan Distribusi Disdag Sragen, Joko Suranto mewakili Plt Kepala Disdag, Heru Martono, Selasa (18/8).

Menurut Joko, pangkalan gas elpiji yang bandel tersebut tersebar di banyak kecamatan yang dia kunjungi. Mayoritas pangkalan nakal tersebut bahkan ada yang menjual elpiji dengan harga Rp 19.000. Padahal HET yang ditetapkan oleh Peraturan Bupati Sragen masih tetap, yaitu Rp 15.300.

“Kalau jumlah pastinya yang melanggar belum dihitung. Tapi yang jelas puluhan. Bahkan di tingkat pengecer masih ditemui yang menjual tabung gas hingga Rp 23 ribu,” jelasnya.

Joko mengungkapkan, temuan pangkalan nakal tersebut berpotensi bertambah mengingat belum semua pangkalan diinvestigasi oleh tim. Beberapa kecamatan yang telah didatangi diantaranya Sukodono, Gondang, Sidoharjo, Sambungmacan, Ngrampal, Kedawung dan Sambirejo.

Semua temuan segera dijadikan bahan evaluasi. Saat ini di Sragen tercatat ada 9 agen dengan 700 pangkalan.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge