0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Melalui Kirab, Warga Diajak Teladani Gaya Hidup Sehat Mangkunegoro VII

timlo.net/daryono

Kirab mengenalkan Ponten peninggalan Mangkunegoro VII

Solo —  Warga Kelurahan Kestalan, Banjarsari, Senin (17/8) sore menggelar kirab perayaan 17 Agustus. Kirab yang menampilkan beragam potensi warga Kestalan itu dimulai dari Kantor Kelurahan Kestalan ke utara kemudian belok kanan di Jl Gajah Mada (depan Stasiun Solo Balapan) menuju Jl Abdul Rahman Saleh (depan RRI Solo)  dan berakhir di Ponten Mangkunegoro VII. Kirab juga menyuguhkan tujuh gunungan berisi tumpeng, sayur dan buah-buahan.

“Kirab ini untuk mengenalkan Ponten (MCK) peninggalan Mangkunegoro VII ini. Di masanya, Mangkunegoro VII sudah memiliki gaya hidup bersih. Terbukti ada Ponten ini. Kenyataannya, selama ini kan tidak banyak yang tahu itu,” kata Sekretaris Panitia Kegiatan, Mintorogo kepada wartawan usai kirab.

Melalui kirab, Mintorogo mengajak masyarakat mencontoh perilaku hidup sehat yang diajarkan Mangkungeoro VII. Kedepan, seluruh kegiatan di Kestalan bakal dipusatkan di Ponten agar warga lebih paham tentang sejarah dan arti Ponten.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kestalan, B. Budi Susetyo mengungkapkan Mangkunegoro VII merupakan sosok nasionalis. Terbukti, di tahun 1937 Mangkunegoro VII sudah memikirkan kesehatan masyarakat dengan membuat Ponten.

“Di tahun 1937, Mangkunegoro VII sudah punya pikiran modern untuk hidup bersih dan sehat. Makanya melalui kirab ini hal itu coba kita sampaikan ke warga. Jadi, mengajak warga berlaku bersih,” beber dia.

Ponten Mangkunegoro VII itu, papar Beny, semula kondisinya tidak terawat. Di masa pemerintahan Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo, Ponten yang terdiri dua kamar mandi dan dua kakus itu mulai direvitalisasi. Kondisnya saat ini lebih terawat.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge