0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Turangga Mardika, Refleksi Pasukan Berkuda Samber Nyawa

foto: Heru

Tarian Turangga Mardika

Solo – Upacara peringatan HUT ke-70 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Sriwedari, Senin (17/8) meriah dengan hiburan tari kolosal. Tari berjudul Turangga Mardika ini mendapatkan apresiasi yang bagus dari penonton.

“Tarian ini dibawakan oleh 50 penari dari sanggar tari Suryo Sumirat Pura Mangkunegaran,” ungkap bagian Humas dan Manajemen Sanggar Tari Suryo Sumirat Mangkunegaran, Esti Andrini.

Tari karya Joned Sri Kuncara dan Aloysia Neneng Yulianti ini kental dengan nuansa nasionalisme. Para penari dengan kostum warna merah menyalatampak begitu ekspresif dan atraktif dalam penyajian.

Tari ini mengisahkan tentang pasukan berkuda yang turut berperang dalam mengusir penjajah. Pasukan ini dipimpin oleh Raden Mas Said atau Pangeran Samber Nyawa. Saat itu, kata Esti perang yang dilakukan dikawasan Jawa Tengah dan beberapa daerah di Jawa Timur.

Ribuan orang dari berbagai elemen TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara, pelajar, dan mahasiswa turut hadir dalam upacara ini. Bertindak sebagai pembina upacara, Penjabat (Pj) Walikota Solo, Budi Suharto.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge