0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Politisi Ini Tolak Pembangunan Tujuh Proyek DPR

dok.merdeka.com

Agung Laksono

Timlo.net – Pembangunan tujuh proyek DPR diprotes. Sebab dalam pembangunan kompleks parlemen tersebut tidak ada kebutuhan yang bersifat mendesak.

“Saya tidak setuju terhadap pembangunan, bukan saja karena anggarannya tidak jelas, juga karena urgensinya. Angkanya belum jelas untuk membangun kompleks parlementer,” kata Ketua Umum Partai Golkar kubu Munas Ancol, Agung Laksono, Senin (17/8).

Agung menegaskan bahwa dalam konsep trias politica, pembangunan bukan dalam bentuk fisik, tapi dalam visi dan sikap. Maka dari itu Agung menyatakan bahwa tujuan pembangunan itu keliru, harus dilakukan penijauan ulang terhadap tujuan pembangunan.

“Masyarakat melihat output dari parlemen terutama dalam legislasi. Masyarakat pasti tidak setujui dan membenarkan pembangunan tersebut. DPR harusnya menghasilkan undang-undang yang betul-betul sesuai dengan kebutuhan negara ini,” tuturnya.

Agung menjelaskan bahwa terkait jalan keluar, ada baiknya tetap memanfaatkan gedung yang sudah ada. Sebab saat ini perekonomian Indonesia tengah menghadapi guncangan yang keras.

“Mengingat kondisi negara kita yang seperti ini, kita harus pertimbangkan,” ujarnya.

Agung berharap agar DPR fokus mengawasi kinerja kabinet kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal tersebut guna mempercepat proses pencairan dana dari masing-masing Kementerian.

“Juga pentingnya pasca pembuatan undang-undang adalah pembuatan Peraturan Pemerintah. Dulu itu ada seribu lebih undang-undang yang tidak mendapat Peraturan Pemerintah,” tutupnya.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge