0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lima Bulan Krisis Air, Warga Sruni Berebut Bantuan

timlo.net/nanin

Warga dukuh Magersari, Desa Sruni, Musuk, berebut bantuan air bersih

Boyolali — Ratusan derigen dan ember kosong berjajar rapi mengantri air bersih bantuan di perempatan Dusun Magersari, Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Boyolali, Minggu (16/8). Warga pemilik derigen-derigen tersebut sudah mengantri sejak pagi menunggu pembagian.

Kades 2 Desa Sruni, Sukirno, mengakui wilayahnya sudah mengalami krisis air bersih sejak lima bulan silam. Di Desa Sruni, tercatat ada 20an dusun yang saat ini mengalami krisis air bersih. Selama ini, warganya banyak mengandalkan air hujan dan sumber mata air yang berjarak 2 kilometer. Namun sejak kemarau, mata air tidak lancar.

“Yang mampu ya beli air, lha yang tidak mampu, terpaksa minta tetangga dan mengandalkan bantuan air,” ujar Sukirno.

Saat ini, harga air pertangki kapasitas 6.000 liter sudah mencapai antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. Air satu tangki tersebut biasanya digunakan untuk satu pekan. Kebutuhan air paling banyak untuk hewan ternak, sapi.

“Belum ada bantuan air bersih dari pemerintah,” tambahnya.

Minggu (16/8) pagi, Desa Sruni mendapatkan bantuan air bersih sebanyak 20 tangki dari kelompok Medical Doctor and Friend (Medock) Soloraya. Koordinator Medock, Viky Eko, mengungkapkan bantuan ini selain  sebagai wujud keprihatinan sekaligus untuk mensukseskan gerakan Indonesia Sehat.

Tidak dipungkiri, menurut Viky, dokter specialis THT RSUP Moewardi ini, air yang kotor mengandung banyak kuman dan penyakit. Dengan mengkonsumsi air sehat, kesehatan warga akan tetap terjaga.

“Jangan sampai masyarakat menderita penyakit karena kelangkaan air bersih,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge