0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pertumbuhan Ekonomi Butuh Peningkatan Penerimaan Negara

Dok. Timlo.net/Andi Penowo
SAMPAIKAN SPT-Seorang wajib pajak (WP) menyampaikan surat pemberitahuan (SPT) Tahunan kepada petugas Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Purwokerto (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Timlo.net — Pemerintahan Jokowi-JK telah menyerahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 kepada DPR. Dalam draf tersebut, Jokowi menargetkan penerimaan negara dari sektor perpajakan tahun depan mencapai Rp 1.565,8 triliun. Dengan rincian, penerimaan dari pajak mencapai Rp 1.368,5 Triliun atau naik 5 persen dari tahun lalu yang dipatok Rp 1.294,2 Triliun dan penerimaan negara dari kepabeanan dan cukai sebesar Rp 197,3 Triliun.

Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati mengatakan tingginya target penerimaan negara dalam RAPBN 2016 hanya akan membuat pemerintah dilema. Pasalnya, kondisi perekonomian Indonesia belum begitu baik imbas dari perlambatan ekonomi global.

“Pertumbuhan ekonomi memang butuh peningkatan penerimaan negara. Tetapi ini jadi dilema untuk pemerintah sendiri,” ujar dia, Sabtu (15/8).

Menurut dia, pemerintah harus mempunyai strategi khusus untuk meningkatkan penerimaan pajak pada tahun depan. Sebab, strategi tahun ini dinilai belum terlihat maksimal seperti ekstensifikasi dan intensifikasi. Apalagi, kondisi perekonomian tahun depan juga masih terdampak perlambatan ekonomi dunia.

“Caranya, minta pajak progresif untuk pegawai yang penghasilannya di atas Rp 500 juta per tahun. Selain itu, harus ada punishment untuk para penunggak pajak. Kalau memang target pajak tinggi harus ada punishment yang jelas. Sehingga penerimaan negara yang dipatok tinggi bisa tercapai,” tandasnya.

[idr]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge