0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hentikan Ekploitasi Kekayaan Alam di Papua

timlo.net/heru murdani

Demo AMP

Solo – Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menggelar aksi unjuk rasa di simpang empat bundaran Gladak, Sabtu (15/8). Mereka meminta kepada pemerintah Indonesia untuk memberikan hak kepada rakyat Papua untuk menentukan nasib mereka sendiri.

“Kami meminta kepada rezim Jokowi–JK, kepada Belanda, dan PBB untuk memberikan hak menentukan nasib dan kebebasan sebagai solusi demokratis bagi rakyat Papua,” kata juru bicara aksi, John Paul Waine.

Dalam aksinya, mahasiswa menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk menghentikan aktifitas eksploitasi kekayaan alam, semua perusahaan multinasional. Selain itu mereka menuntut pemerintah untuk menarik militer Indonesia baik itu TNI maupun kepolisian, dan menghentikan segala bentuk kejahatan kemanusiaan.

Aksi tersebut juga merupakan peringatan 53 tahun perjanjian New York atau New York Agreement antara Belanda dengan Indonesia. Dalam perjanjian yang berlangsung pada 15 Agustus 1962 itu AMP beranggapan bahwa perjanjian dilakukan tanpa melibatkan wakil dari masyarakat Papua. Padahal perjanjian itu dilakukan untuk memberikan kebebasan kepada rakyat Papua untuk menentukan nasib mereka sendiri.

“Tetapi belum sempat rakyat Papua menentukan nasib, pemerintah Indonesia telah melakukan perjanjian dengan perusahaan asing untuk masuk ke Papua. Selain itu, dari 809.337 jumlah rakyat Papua, hanya 175 orang yang memberikan pendapat dalam PEPERA, jelas ini tidak demokratis, dan penuh manipulasi,” katanya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga membentangkan spanduk, dan membawa bendera Aliansi Mahasiswa Papua. Aksi ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polresta Solo.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge