0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dana Penelitian Masih Rendah

Muktamar AIPKI

Solo – Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya dan Kerja Sama dan Pendidikan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Ali Ghufron Mukti mengakui  dana yang diperuntukkan riset atau penelitian masih rendah. Bahkan saat ini turun, dari Rp15 Triliun menjadi Rp 11 Triliun.

“Saat ini, alokasi dana riset di Indonesia masih berada pada angka 0,09 persen dari produk domestik bruto (PDB),” ungkap Ali di sela-sela Muktamar VIII Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) di Hotel The Sunan Solo, Sabtu (15/8).

Dibanding Negara lain, menurut Ali, alokasi dana riset tersebut masih jauh di bawahnya. Contoh Malaysia, alokasi dana riset sudah sekitar 1,5 persen dari PDB. Di Singapura bahkan sudah mencapai 2 persen.

Lebih lanjut Ali menandaskan agar riset tidak hanya terhenti pada penelitian, melainkan harus dapat dimanfaatkan untuk memunculkan inovasi-imovasi yang memiliki daya saing tinggi karena berbasis penelitian.

“Produk-produk inovatif yang dihasilkan dari riset, industri tentu bakal mampu bersaing,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dirjen Sumber Daya dan Kerja Sama dan Pendidikan Kemenristekdikti meminta agar melalui penyelenggaraan Muktamar VIII, AIPKI dapat mendorong kalangan pengelola institusi pendidikan kedokteran menghasilkan lulusan yang siap bersaing. Terutama di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang bakal mulai diberlakukan akhir Desember 2015 ini.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge