0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dapat Aliran Dana Dari Suriah, Terduga Teroris Racik Bom Baru

Pejabat Polda Jateng beserta Tim Densus menggelar Jumpa Pers terkait penangkapan anggota teroris di Aula Mapolresta Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Setelah ditelusuri Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Ibadurahman alias Ibad (19) salah seorang terduga teroris yang ditangkap pada Rabu (12/8) lalu, mendapatkan dana perakitan bom dari kelompok radikan di negara Suriah. Kuat dugaan, Ibad merupakan anggota kelompok radikal di negeri yang sedang dilanda perang berkepanjangan tersebut.

“Ibad mendapat dana dari Suriah (kelompok radikal di Suriah) untuk mengguncang stabilitas dan keamanan di Indonesia,” terang Direktur Intelejen (Dir Intel) Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Kombes Pol Ibnu Suhendra, Jumat (14/8).

Setelah mendapat aliran dana, Ibad lalu menyerahkan kepada Yus Karman (35) anggota teroris lain yang turut ditangkap, untuk membelanjakan kebutuhan pembuatan bom. Diantaranya, asam nitrat, urea, serbuk alumunium, fokher (ujung korek batang), saklar, potasium nitrat dan masih banyak yang lain. Tak hanya itu, dana tersebut juga digunakan selama melakukan pengintaian lokasi-lokasi yang direncanakan sebagai target sasaran ledak.

“Berdasar hasil penyelidikan mendalam, ketiga tersangka teroris ini memiliki peran masing-masing yang telah mereka bagi,” jelas Dir Intel.

Kelompok teroris ini, lanjut Dir Intel, tergolong berbahaya lantaran telah berhasil mengembangkan peledak jenis baru dengan daya ledak yang dasyat. Mereka mengganti arang dengan kalsium karbonat yang dicampur dengan potasium nitrat serta belerang. Sebelumnya, tidak pernah ada kelompok teroris yang menggunakan ’racikan’ zat kimia seperti itu.

“Kami juga menemukan tutorial perakitan bom dari sebuah counter dikawasan Sangkrah, Pasar Kliwon. Dari tutrial tersebut kuat dugaan digunakan untuk petunjuk pembuatan bahan peledak,” tandas Dir Intel.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge