0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Begal Motor Berkedok Anggota Polisi Dikukut

merdeka.com

Komplotan begal ditangkap Polresta Semarang

Timlo.net — Resmob Polrestabes Semarang membekuk pelaku begal motor Dul Rokhim alias Sumbing (23) warga Tambak Lorok, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Untuk meyakinkan korban, dalam setiap aksinya, dia mengaku sebagai anggota polisi. Setelah korban berhasil dikelabui, Sumbing kemudian mengancam korbannya dengan senjata tajam.

“Tersangka beraksi dengan modus mengaku sebagai anggota polisi apabila korbannya anak-anak. Apabila korbannya orang dewasa, tersangka mengancam menggunakan senjata tajam,” tegas Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiharto di Mapolrestabes Semarang Jalan Dr Soetomo, Kota Semarang, Jawa Tengah Jumat (14/8).

Selain Sumbing, dua orang rekannya yang bertugas sebagai penadah dan penjual juga ikut diamankan. Mereka adalah Didik Triyono alias Keling (31) warga Barutikung, Semarang Utara, dan Udin Prasetyo alias Candra (26) warga Tambak Lorok. Ketiganya yang merupakan jaringan komplotan pencurian kendaraan bermotor di Kota Semarang ditangkap pada Rabu (12/8) sekitar pukul 20.00 WIB, di daerah Tambak Lorok Semarang.

“Mereka sedikitnya telah beraksi sebanyak sembilan kali di lokasi terpisah di Kota Semarang,” jelasnya.

Dipaparkan Sugiharto, kasus ini terungkap saat tim Resmob melakukan penelusuran pada Senin (10/8). Sekitar pukul 19.00 WIB, tersangka Agus yang saat ini buron diketahui bertemu dengan tersangka Udin, di sebuah nasi kucing daerah Tambak Lorok Kota Semarang.

“Saat itu, Agus membawa motor Suzuki Satria FU hasil pencurian tersebut. Kemudian Agus menyuruh Udin untuk menjual motor tersebut dengan harga Rp 3 juta. Tim kepolisian tak mau kehilangan kesempatan, keduanya ditangkap,” ujarnya.

Dari pengembangan itu, polisi menangkap Didik Triyono alias Keling yang berperan sebagai penadah. Hasil pemeriksaan, tersangka Udin pernah menjual motor hasil pencurian dari Agus. Masing-masing Honda Vario, Yamaha Jupiter, dan Suzuki Satria warna hitam.

Saat ini, kata Sugiarto, ada dua tersangka lagi yang masih dalam pengejaran. Identitas keduanya sudah dikantongi.

“Ini jaringan curanmor yang selama ini menjadi TO (target operasi), mereka mempunyai hubungan dengan perannya masing-masing. Masih terus kami kembangkan penyelidikan,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya tersebut, para tersangka akan dijerat polisi dengan pasal 365 KUHP dan pasal 480 KUHP hukuman, 10 tahun penjara atau 4 tahun penjara.

[lia]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge