0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pede Tak Rugikan Negara, Direktur PT Traya Tirta Minta Segera Disidang

merdeka.com
Gedung KPK (merdeka.com)

Timlo.net — Direktur PT Traya Tirta Makassar, Hengky Wijaya merampungkan pemeriksaannya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Usai diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka, Hengky berharap lembaga antirasuah merampungkan berkas perkaranya dalam kasus dugaan korupsi instalasi Pengolahan Air PDAM Kota Makassar pada periode 2006-2012.

Hal itu disampaikan Hengky melalui kuasa hukumnya, Arfa Gunawan. Hengky bahkan meminta agar kasusnya segera disidangkan.

“Kalau sudah ada buktinya langsung ke persidangan saja. Pak Hengky pun sudah ingin cepat. Kita ingin tidak berlarut-larut saja,” ungkap Arfa di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/8).

Arfa menjelaskan, alasan kenapa kliennya meminta KPK untuk mempercepat proses penyidikan. Menurut pengakuan Arfa, kliennya tengah mengalami kondisi yang menurun.

“Tadi agak kurang sehat. Diperiksa tidak lama. Hanya tiga pertanyaan, terkait kerjasama (PT.Traya Tirta Makassar) dengan PDAM. Ditunjukin dokumen-dokumen kerja sama itu, dari awal bagaimana kerjasamanya PT Traya dan PDAM Kota Makassar. Perjanjian kerjasama itu ada. Betul PT Traya kerjasama dengan PDAM Kota Makassar,” terang advokat asal Ihza & Ihza Law Firm itu.

Dalam kesempatan itu, Arfa juga mengatakan proyek yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Makassar itu tak merugikan negara hingga Rp 38 Miliar, tetapi justru menguntungkan masyarakat dan negara. Terkait sangkaan telah merugikan keuangan negara hingga saat ini belum ditunjukan penyidik KPK.

“Kita belum diperlihatkan dua alat bukti itu ada. Kita sampai hari ini belum menerima dan diperlihatkan. Buktinya hanya perjanjian kerjasama saja, jadi tidak ada sangkalan. Kita tidak menyangkal jika ada kerjasama dengan PDAM kota Makassar, itu benar adanya. Tapi, bahwa kita menggunakan uang negara, kita tidak menggunakan. Kita pakai biaya sendiri rehabilitasi itu. Pinjaman dari bank dan pinjaman pribadi. Menurut kita tidak ada kerugian negara. Sampai sekarang PDAM masih ngutang ke PT Traya,” ditambahkan Arfa.

Lebih lanjut, Arfa menerangkan jika perusahaan kliennya tidak menjual barang seperti pipa dan melakukan investasi seperti tudingan KPK. Dia mengaku, kliennya itu hanya melakukan rehabilitasi terhadap pipa air PDAM dan menagihnya dalam bentuk air curah.

[rnd]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge