0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jerami Mahal, Demi Sapi Tetap Dibayar

timlo.net/tarmuji

Meski mahal, warga tetap membeli jerami

Wonogiri — Musim kemarau ini, warga masyarakat di Wonogiri mulai kesulitan mencari rumput untuk pakan ternak. Sawah-sawah yang biasa dipenuhi rumput kini mulai mengering. Kondisi ini membuat jerami atau batang padi menjadi rebutan para peternak sapi. Demi hewan piaraan, warga tak segan-segan merogoh koceknya ratusan ribu bahkan hingga jutaan rupiah.

“Biasa, jika musim seperti ini, harga jerami mahal, itu pun kalau ada,”ungkap warga Kecamatan Baturetno, Suyadi, Jumat(14/8).

Menurutnya, untuk satu truk penuh jerami kering, biasanya menghabiskan biaya yang cukup berat untuk isi kantong. Namun, hal itu terpaksa mereka lakukan untuk memberi makan sapi-sapinya. Sapi-sapi lebih menyukai jerami, sebab jerami lebih cepat kenyang ketimbang rumput-rumput hijau.

“Soal harga, kalau satu truk penuh biasanya seharga Rp 1 Juta, dan bahkan bisa lebih. Belum lagi ongkos kendaraannya, dan upah tenaganya bisa-bisa Rp 1, 5 Juta sampai rumah,” jelas warga Kecamatan Baturetno, Suyadi, Jumat (14/8).

Dikatakan, saat ini musim panen padi sudah berlalu. Sawah-sawah sudah mulai mengering. Sedangkan, jerami-jerami yang dikeringkan di sawah mulai dikemasi untuk dibawa pulang sebagai cadangan pakan sapi musim depan. Namun, tak jarang pula para petani memilih  menjualnya kepada peternak yang berasal dari luar kecamatan.

“Banyak yang mau beli tapi jerami ini biasa sebelum panen padi sudah dipesan. Kalau musim seperti ini, sapi-sapi itu makan jerami lahapnya kaya makan rumput saja kok, Mas,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, kebanyakan peternak tradisional mengandalkan jerami sebagai pakan utamanya. Mereka jarang sekali menerapkan pola-pola ternak modern. Semisal memberi makan dengan pola fermentasi dan penambahan nutrisi dari bahan-bahan alami.

Selama ini, rumput biasa atau rumput gajah, sebenarnya hanya pelengkap saja. Walau masih tergolong tradisional, namun warga masih memilih pola tersebut lantaran lebih irit biaya, dan kwalitas daging sapi jauh lebih bagus.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge