0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awas, Human Trafficking Dengan Modus Mencarikan Kerja

dok.merdeka.com

iustrasi

Timlo.net – Banyak penari Bali yang tak mampu melanjutkan sekolah diduga menjadi korban perdagangan manusia. Hal ini terungkap dalam pembahasan mengenai perdagangan manusia, “Combatting Trafficking in Persons : Takes a Village to Move a Mountain” yang digelar oleh Fakultas Hukum Unud, Jumat (14/8).

Anggota dari lembaga bantuan hukum (LBH) Luh Putu Anggreni dari LBH mengungkapkan, orang-orang Bali sudah banyak yang dikirim ke luar negeri. Tanpa disadari hal itu modus perdagangan manusia yang dilakukan untuk mengirim orang ke luar negeri.

“Kasus trafficking di Bali ada yang memakai modus pengiriman penari ke Jepang dengan visa impresariat dari Dinas Pariwisata Bali,” kata Anggreni.

Menurutnya, anak-anak muda di Bali sangat rentan dijual di Facebook untuk dijadikan pekerja seks.

“Bali sebagai daerah pariwisata memiliki potensi yang besar dijadikan modus trafficking untuk prostitusi perempuan dan anak dari luar daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum, Prof Dr I Gusti Ngurah Wairocana mengatakan, bahwa persoalan trafficking ini seperti fenomena gunung es, banyak faktor yang berperan termasuk ekonomi, sosial dan budaya. Begitu juga jaringan yang tidak tersentuh sama sekali, sehingga perlu langkah yang aktif dalam pencegahan dan penanggulangannya.

“Setidaknya perlunya adanya upaya pencegahan dalam memberikan wawasan kepada mereka yang tergiur ke luar negeri. Kasus trafficking sudah menjadi fenomena gunung es dan itu dipengaruhi oleh banyak faktor,” terangnya.

Untuk diketahui, kegiatan yang digelar oleh Fakultas Hukum Universitas Udayana, ini juga mengundang perguruan tinggi lainnya di Bali serta organisasi, NGO dan juga kejaksaan di Denpasar.

[hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge