0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Meski Rusak Lingkungan, Galian C Sumbang PAD

Ilustrasi penambangan galian C di Sragen ()

Sragen – Kerusakan lingkungan akibat pertambangan galian C di wilayah Sragen semakin meluas. Namun pemasukan untuk pendapatan asli daerah (PAD) dari aktivitas pengerukan tanah itu dinilai masih kecil. Pasalnya, Perda galian C di Sragen yang dilaksanakan sejak tahun 2015 tidak mengatur soal perizinan. Perda hanya sebatas mengatur restribusi bagi daerah.

“Soal izin tambang, saat ini masih dikelola oleh pihak provinsi. Akibatnya Pemkab Sragen tidak bisa langsung mengawasi aktifitas pengelola tambang. Termasuk mana pengusaha tambang yang berizin dan belum,” kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Sragen, Untung Sugiharto, Jumat (14/8).

Dikatakan Untung, tahun 2014 total pendapatan PAD dari galian C sebesar Rp 153 juta. Jumlah itu melampaui target sebesar Rp 59 juta. Sementara pada tahun ini target yang dipatok masih hampir sama dengan tahun sebelumnya. Pihaknya menyakini target akan bisa dilampaui seperti tahun sebelumnya.

Untung mengakui, kalau dihitung dengan resiko kerusakan jalan dan pendapatan dari galian C, memang tidak sebanding. Untuk memaksimalkan pendapatan Pihaknya merangkul para pengusaha galian C untuk memberikan kontribusi bagi Kabupaten Sragen.

Sebelumnya aktifitas galian C tersebut mendapat reaksi dari warga yang resah lantaran aktifitas truk pengangkut tanah galian tersebut menjadi pemicu kerusakan jalan. Selain itu, sebelumnya polisi juga sempat menutup sejumlah lokasi tambang galian C karena tidak mengantongi izin.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge