0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kurir Ganja 354 Kg Divonis Seumur Hidup

merdeka.com

Vonis Sulaiman Daud

Timlo.net — Sulaiman Daud (19) dijatuhi hukuman seumur hidup. Dia lolos dari tuntutan hukuman mati meskipun dia telah melarikan diri. Hukuman penjara seumur hidup dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Jhonny S di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (13/8).

Vonis dibacakan tanpa kehadiran Sulaiman, karena mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini telah melarikan diri dari penjara menjelang sidang pembacaan tuntutan beberapa waktu lalu.

“Kalau terdakwa dapat ditangkap, terdakwa harus menjalani hukuman,” ujar Jhonny.

Majelis hakim menyatakan pemuda yang beralamat di Uning Nangka, Desa Pangur, Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Luwes, Aceh itu melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dia telah terbukti bersalah melakukan pemufakatan jahat sebagai perantara 354 Kg ganja.

Putusan majelis hakim lebih ringan dari pada tuntutan jaksa. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria Magdalena meminta agar majelis hakim menjatuhi hukuman mati kepada Sulaiman. Pembacaan tuntutan itu juga dilakukan tanpa kehadiran Sulaiman.

Seusai mendengarkan putusan majelis hakim, JPU Maria langsung meninggalkan ruang sidang. Dia tak mau menjawab pertanyaan wartawan terkait keberadaan Sulaiman. Sementara, penasihat hukum terdakwa, Amri, tak banyak berkomentar.

“Apalagi yang mau saya sampaikan, orangnya sudah nggak jelas keberadaannya. Coba tanya saja ke jaksa di mana. Saya pun tak tahu sama sekali dia di mana,” katanya.

Dalam perkara ini, selain Sulaiman, dua orang yang terlibat dalam pengiriman 354 Kg ganja dari Aceh ke Medan itu juga lolos dari hukuman mati. Mereka masing-masing dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, sedangkan tuntutan jaksa juga hukuman mati untuk keduanya.

Kedua terdakwa yaitu Robinson Tambunan (49), warga Jalan Tanjung Anom, Medan, dan Yusri Iskandar (32), warga Desa Keutapang Aree, Delima, Pidie, Aceh. Keduanya juga terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo 132 ayat (1) UU 35 Tahun 2009.

Robinson dan Yusri ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan di kawasan Sunggal pada awal Desember 2014. Kasus ini kemudian menjerat Sulaiman Daud (19), mahasiswa UMSU yang ditengarai sebagai otak peredaran narkotika di kampus-kampus.

Selain Sulaiman, Robinson dan Yusri, polisi juga menangkap 4 rekan Sulaiman yang mengetahui tindak pidana narkotika itu namun tidak melaporkannya. Keempat mahasiswa UMSU itu, yakni Anugerah Sani Wijaya, Khairul Abdi, Jufri Febrian, dan Susry, sudah divonis bersalah dan masing-masing dijatuhi hukuman 8 bulan penjara.

Dalam perjalanan persidangan perkara ini, Sulaiman melarikan diri saat dibawa kembali dari pengadilan ke Lapas Kelas II Anak Tanjung Gusta pada Selasa (7/7) petang. Ketika itu tuntutan terhadapnya belum dibacakan. Dia kabur dibantu temannya yang menunggu kedatangan mobil tahanan di depan Lapas. Setelah Sulaiman turun dari mobil, dia langsung lari ke arah sepeda motor yang sudah disiapkan temannya. Mereka kemudian melaju dan tak jelas keberadaannya hingga kini.

[hhw]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge