0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kejari Wonogiri Masih Kaji Surat Permohonan Berobat Tersangka Kasus Korupsi

Kajari Wonogiri Dwi Setyo Budi Utomo (tengah) (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Masa penahanan tersangka kasus korupsi dana hibah KONI 2014, Maruf Iranto telah diperpanjang selama 40 hari. Sedang surat permohonan ijin berobat masih menunggu keputusan penyidik.

“Perpanjangan penahanan tersebut dilakukan sejak Senin (10/8) kemarin,” Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wonogiri, Dwi Setyo Budi Utomo, Kamis (13/8).

Sedang saat ditanya wartawan terkait surat permohonan berobat ke rumah sakit yang dilayangkan tersangka melalui kuasa hukumnya, pihaknya mengatakan, surat tersebut baru saja diterimanya.

“Permohonan berobat, mau saya baca dulu kemudian minta pendapat dengan tim penyidik,” jelasnya.

Dikatakan, sayangnya dalam surat tersebut tidak dilampiri riwayat medis yang menerangkan, tersangka pernah mengalami sakit jantung. Padahal di dalam surat tersebut ada tulisan yang menyatakan kliennya punya riwayat sakit jantung. Hal itu, dimaksud untuk dapat meyakinkan penyidik.

“Kita telah mengirim tim jaksa dari Intel untuk berkoordinasi dengan pihak dokter Rutan. ┬áMelakukan cek up kondisi tersangka. Selanjutnya, kita masih menunggu hasilnya,” katanya.

Kajari juga menambahkan, terkait surat penangguhan penahanan yang dilayangkan tersangka beberapa waktu lalu, kejaksaan sedang mempelajari surat itu dan menunggu rekomendasi dari tim penyidik kejaksaan. Namun proses penangguhan penahanan bukan Kejari Wonogiri yang memutuskan, tetapi yang berwenang adalah Jaksa Agung.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge