0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelajar Musuk Lestarikan Permainan Tradisional Egrang

Anggota Pramuka mainkan egrang (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Sebuah permainan tradisional, egrang, yang mengandalkan konsentrasi tinggi dan kekuatan kaki, mulai dilestarikan di kalangan pelajar di Kecamatan Musuk, Boyolali. Egrang diketahui hampir punah terdesak permainan modern.

Permainan tradisional Egrang, dengan media bambu sebagai penopang untuk bisa bergerak bebas, belakangan ini jarang dimainkan anak-anak. Namun di Kecamatan Musuk, melalui kegiatan Pramuka, permainan tradisional ini kembali dihidupkan.

“Kita ingin melestarikan dolanan tradisional, banyak makna yang terkandung di dalamnya,” ujar Ketua Kwaran Musuk, Basuki, Kamis (13/8).

Beberapa makna yang terkandung dari permainan tradisional ini adalah kejujuran, kerjasama, kesabaran dan kreativitas. Upaya pelestarian dolanan egrang ini tidaklah sia-sia. Saat ini hampir semua murid SD di wilayah Musuk pandai memainkannya.

Sementara bagi anak-anak SD, bisa menggunakan egrang merupakan kebanggaan tersendiri. Contohnya, Putri (12), pelajar SD kelas 6, mengaku butuh waktu tiga hari untuk bisa memainkan egrang. Selama berlatih, Putri mengaku sering terjatuh. Namun setelah tiga hari berhasil.

“Susahnya waktu mau mengangkat bambu untuk jalan, harus hati-hati dan konsentrasi,” ucap Putri.

Atraksi egrang yang digelar dalam Perkemahan Penggalang Kwaran dalam rangka memperingati HUT Pramuka ke-56 tahun, sejumlah pelajar terlihat kewalahan memainkan egrang. Beberapa di antaranya bahkan sempat terjatuh, namun kembali bangkit.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge