0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Dia Profesi 4 Terduga Teroris yang Diamankan Densus 88

dok.timlo.net/achmad khalik
Tim Densus 88 menggeledah counter HP milik terduga teroris (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Keempat terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Rabu (12/8) berkerja sebagai wiraswasta di kawasan Pasar Kliwon. Keempat terduga anggota jaringan teroris tersebut yakni, Sugiyanto (35) warga Kampung Mojo RT 06/ Rw 05 Kelurahan. Semanggi, Pasar Kliwon dan Yus Karman (30), warga Kampung Semanggi RT 05/ RW 03 Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Udin (19) warga Semanggi RT 04/ RW 03 Kelurahan Semanggi dan Ibadurahman (19) warga Kampung Semanggi RT 06/ RW 04 Pasar kliwon, Solo.

Informasi yang dihimpun Timlo.net, Sugiyanto berprofesi sebagai penjual tahu bakso keliling di kawasan Pasar Kliwon. Terkadang, dirinya kerap menyuplai makanan tersebut ke sejumlah tempat angkringan tak jauh dari rumahnya tersebut.

Terduga anggota teroris lain, Yus Karman berprofesi sebagai penjual gas LPG 3 Kg. Terkadang, dirinya juga mengantarkan pesanan gas jualannya ke sejumlah pelanggan.

Untuk terduga teroris Udin, kesehariannya berjualan pulsa di sebuah kios di kawasan Jalan Untung Suropati, Kampung Sawahan RT 07/ RW 10 Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon.

“Keseharian Udin biasa saja, bahkan tidak ada yang menyangka kalau dia terduga anggota jaringan teroris,” kata warga di kawasan lokasi penggeledahan.

Terduga anggota teroris lainnya, Sugiyanto dan Yus Karman juga dikenal biasa saja di kalangan masyarakat. Mereka seperti pada umumnya warga masyarakat yang lain saat bergaul dengan warga yang lain. Hanya saja, terkadang agak tertutup dalam suatu hal.

“Orangnya biasa saja. Gak ada yang menyangka kalau mereka ditangkap  Densus 88,” terang Ketua RT 05/ RW 03 Losari, Semanggi, Pasar Kliwon, Agus Sumaryawan.

Sementara, Ibadurahman (Ibad)  yang juga turut diamankan Densus 88 Anti Teror berprofesi sebagai penjual barang-barang online. Terkait barang yang dijual, pihak keluarga kurang mengetahui.

“Anak saya biasanya jualan online,” terang Darsono, ayah Ibad.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge