0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rupiah Terus Anjlok, Pengamat: Ekspor Justru Melempem

dok.merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – Rupiah telah mengalami tekanan depresiasi yang cukup luar biasa dalam kurun waktu kurang dari lima tahun terakhir. Pernyataan pemerintah soal melemahnya Rupiah dianggap berkah untuk menggenjot ekspor yang beberapa tahun terakhir tak bergairah, belum terbukti.

“Kondisi nilai tukar pada 2011, kala itu Rupiah masih bisa bertahan di level Rp 8.600 per USD. Sekarang sudah mencapai Rp 13.800 per USD berarti ada selisih Rp 5.100 per USD. Kita sudah terdepresiasi sekitar 60 persen,” ujar Pengamat Ekonomi dari Megawati Institute, Iman Sugema, Kamis (13/8).

Beruntung ambruknya nilai Rupiah berbarengan dengan anjloknya harga minyak dunia. Sehingga, beban industri di sektor energi mengalami penurunan. Namun, kata dia, kinerja industri juga belum menunjukkan kontribusi besar dalam menyokong perekonomian nasional.

Buktinya jelas, ekspor tidak mengalami peningkatan signifikan. Padahal kalangan dunia usaha khususnya eksportir dan pemerintah pede kondisi ini bakal berdampak positif bagi neraca perdagangan.

“Tapi ini ekspor tidak bergerak, tidak kemudian melambung. Mestinya dengan depresiasi nilai tukar kita harusnya kompetitif di dunia. Ekspor justru melempem, dan impor membludak,” kata dia.

Dalam pandangannya, kondisi ini terjadi akibat kesalahan struktural yang tidak diantisipasi sejak dulu. Sehingga, pemerintah mengambil ruang untuk kebijakan yang bersifat jangka pendek.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge