0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Stok Daging Sapi di Solo Dijamin Aman

dok.timlo.net/nanin
Pedagang daging sapi di pasar tradisional (dok.timlo.net/nanin)

Solo —  Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Solo menjamin stok ketersediaan daging sapi di Solo tidak akan berkurang. Hal ini atas dasar kebijakan pemerintah menutup pintu distribusi sapi impor ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kebijakan tersebut muncul setelah melihat dua propinsi tersebut masih memiliki stok sapi yang berlimpah.

“Yang langka di pasaran itu kan sapi impor, kalau sapi lokal masih banyak, tidak perlu khawatir,” ungkap kepala Dispertan Solo, Wenny Ekayanti, Kamis (13/8).

Dijelaskan, ada regulasi yang mengatur bahwa sapi impor tidak boleh memasuki wilayah Jawa Tengah. Karena, pemerintah menilai Jawa Tengah telah mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Khusus untuk Solo sendiri menurutnya, masih aman dengan topangan daerah penghasil sapi seperti Kabupaten Boyolali dan daerah lain yang jumlahnya cukup besar.

Dirinya juga telah melakukan Sidak lapangan di beberapa pasar, dan tidak menemui kenaikan harga yang berarti. “Harga daging sapi biasa Rp 80.000 hingga Rp 90.000 per kilogram. Sementara harga daging sapi premium Rp 120.000 per kilogram. Kenaikannya masih wajar,” kata Wenny.

Sementara Ketua PKDS, Basilius Suyamto membenarkan bahwa tidak ada daging sapi impor yang beredar di Jawa Tengah. Namun dirinya mengimbau kepada peternak sapi untuk tidak menjual produknya ke luar Jawa Tengah. Dirinya khawatir jika hal itu dilakukan maka akan terjadi kenaikan harga.

“Kebijakannya sapi impor tidak boleh memasuki wilayah Jawa Tengah. Sebaliknya Jawa Tengah nggak boleh ngirim sapi ke Jakarta agar harga tetap stabil. Kebutuhan daging di Jakarta sangat tinggi, mereka kalau nggak dibatasi akan membeli sapi dari Jawa Tengah dengan harga tinggi. Pedagang di sini pasti nggak nolak kalau dibeli dengan harga tinggi. Itu yang akan merusak harga,” kata Suyamto.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge