0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PKDS Imbau Peternak Sapi Tak Naikkan Harga

ketua PKDS Solo
Ketua PKDS, Basilius Suyamto ()

Solo – Kelangkaan daging sapi di Jakarta tidak berpengaruh ke pasar di Kota Solo dan daerah sekitarnya. Perhimpunan Kios Daging Sapi (PKDS) menjamin keadaan pasar daging sapi di Solo masih dapat terkontrol asal semua pihak tidak mengambil kesempatan di dalam permasalahan tersebut.

“Sebenarnya kita masih mampu mengontrol harga penjualan daging sapi, mulai dari pemotongan hingga ke tangan konsumen. Namun masih ada celah untuk kenaikan harga, yakni di tingkat peternak. Kalau sudah naik di tingkat peternak ya mau bagaimana lagi,” ungkap Ketua PKDS, Basilius Suyamto, Kamis (13/8).

Suyamto melihat kelangkaan yang terjadi di Jakarta hanyalah miskomunikasi antara pemerintah dengan pengusaha sapi. Sebenarnya stok sapi di Jakarta sangat melimpah yaitu sapi yang diimpor pada Lebaran yang lalu. Namun sesuai peraturan, sapi yang diimpor harus dilakukan  fattening (penggemukan) terlebih dahulu selama 3 bulan, setelah itu sapi sudah masuk kategori trading (layak jual).

“Kalau seperti itu, kemudian pemerintah tanya sama pengusaha sapi. Masih ada stok sapi nggak? Mestinya dijawab banyak, lalu tanya lagi kok harganya naik? Harusnya pedagang menjelaskan kalau sapi itu masuk  fattening, bukan malah menaikkan harga. Karena belum memenuhi target berat hidup, jadi belum bisa di jual, padahal sebenarnya stok melimpah,” terangnya.

PKDS pun mengimbau kepada petani yang mempunyai sapi atau peternak di sejumlah daerah sekitar Solo tidak bermain harga demi keuntungan besar. Dia mewanti-wanti kepada peternak sapi di daerah untuk tidak memanfaatkan kondisi di Jakarta.

“Kalau ada petani ndeso mau jual mahal, emang sapimu impor? Yang langka itu Jakarta, bukan nasional,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge