0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Penganiayaan di Karaoke Bima Dilimpahkan ke Oditur Militer

dok.merdeka.com
Ilustrasi pengeroyokan (dok.merdeka.com)

Solo — Berkas kasus penganiayaan di Karaoke Bima yang dilakukan oleh oknum anggota Kopassus Grup-2 Kandang Menjangan telah dilimpahkan ke Oditur Militer oleh penyidik Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/4 Solo pada Selasa (4/8) lalu. Sebelumnya, pihak Denpom telah menetapkan sebanyak 16 tersangka yang seluruhnya merupakan anggota Kopassus dalam peristiwa yang mengakibatkan meninggalnya anggota TNI AU, Serma Zulkifli.

“Berkas telah rampung dan dikirimkan pada tanggal 4 Agustus lalu,” kata Dandenpom IV/4 Solo, Letkol CPM Witono, Rabu (12/8) siang.

Pihaknya telah memeriksa sebanyak 16 anggota Kopassus. Dari hasil pemeriksaan, 15 anggota ditetapkan sebagai tersangka. Dan seorang anggota yang berasal dari Grup-1 Kopasus tidak melakukan penganiayaan melainkan pembiaran.

“Jadi ada 15 prajurit yang resmi berstatus tersangka. Untuk satu orang prajurit ini, kami kenakan tindakan pembiaran. Karena, dia mengetahui pertengkaran tersebut namut tidak berusaha melerai atau melaporkan kejadian,” jelas Dandenpom.

Usai pelimpahan yang dilakukan, Dandenpom mengaku, masih menunggu keputusan selanjutnya. Saat ini, penanganan kasus berada ditangan Oditur Militer. Terkait keanggotaan para prajurit Kopassus tersebut, Dandenpom mengaku menyerahkan sepenuhnya pada pihak Oditur Militer.

Terkait pasal yang dijeratkan, Dandenpom menambahkan, seluruhnya tersangka dijerat Pasal 170 KUHP Jo Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan di muka umum secara bersama sama hingga menyebabkan luka dan hilangnya nyawa orang lain.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge