0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Boyolali, Paslon Dilarang Beriklan di Media Massa

dok.timlo.net/nanin
Ketua KPU Boyolali, Siswadi Sapto Harjono, (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Mendekati tahapan kampanye yang akan dimulai 27 Agustus besok, KPUD Boyolali mengingatkan pasangan calon (Paslon) agar lebih menahan diri. Paslon juga tidak diperbolehkan memasang iklan kampanye di media massa, baik cetak maupun elektronik. Bila melanggar, sanksi terberat adalah dicoret dari kepesertaan Pilkada.

“Semua iklan kampanye difasilitasi oleh KPUD, Paslon dan tim sukses hanya bisa berkontribusi isi dan desain iklan,” ujar Ketua KPUD Boyolali, Siswadi Sapto Harjono, Rabu (12/8).

Aturan pelarangan Paslon dan tim sukses beriklan kampanye di media massa, diatur dalam Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2015 yang mengatur peraturan kampanye di media massa, baik media sosial, cetak dan elektronik. Menurut Siswadi, pelarangan kampanye di media di luar fasilitasi KPUD, sebagai bentuk kontrol kampanye. Hal ini untuk  meminimalisir ketimpangan kualitas dan kuantitas kampanye pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada.

Namun, ada beberapa media kampanye yang bisa disediakan Paslon, seperti kaos, topi, pulpen, kalender, pin, mug, stiker dan berbagai pernik kampanye lainnya, pasangan calon boleh membuat sendiri dengan batasan harga per item hanya Rp 25 ribu.

“Untuk baliho, spanduk dan umbul-umbul sepenuhnya menjadi kewenangan KPU,” tambahnya.

Dijelaskan, untuk baliho masing-masing Paslon akan dipasang di dua titik. Sedangkan untuk umbul-umbul sebanyak 10 buah perkecamatan dan spanduk 1 buah perdesa. Untuk titik pemasangan saat ini masih dalam tahap koordinasi.

Sementara untuk pengamanan media kampanye, KPU akan berkoordinasi dengan Polres, TNI dan Satpol PP. “Kita juga minta kerjasama dari tim sukses untuk ikut mengamankan,”tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge