0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polisi: Hati-Hati Unggah Identitas Pribadi di Situs Internet

dok.timlo.net/achmad khalik
Korban penyalahgunaan identitas membuat laporan di Polresta Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Polresta Solo mengimbau masyarakat supaya berhati-hati dalam mengunggah identitas pribadi ke situs internet. Pasalnya, data yang diunggah rawan untuk disalahgunakan.

Seperti yang menimpa Ridha Taqobalallah (29), salah seorang staf di Disnas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkminfo) Solo. Lantaran mengunggah contoh Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya di website milik pemerintah kota (Pemkot) Solo untuk contoh Program e-KTP, foto KTP-nya diunduh pihak tidak bertanggung jawab dan disalahgunakan.

“Ke Polresta ini dalam rangka melaporkan penyalahgunaan KTP yang digunakan tindak kejahatan dan diberitakan media online kemarin,” tutur Ridha saat ditemui di halaman Mapolresta Solo, Selasa (11/8) kemarin.

Ridha mengaku, foto KTP itu diunggah sekitar awal tahun 2013. Saat ini di website Pemkot Solo sudah dihapus. Namun sayangnya foto tersebut terlanjur menyebar. Pada Senin (10/8), seorang pelaku pemerkosaan gadis di bawah umur tertangkap oleh Polres Tuban. Pelaku tersebut menggunakan identitas KTP-nya untuk tindak kejahatan. Pelaku nengunduh dari internet Identitas Ridha.

Sementara, Kasubag Humas Polresta Solo, AKP Yuliantara mewakili Kapolresta Kombes Pol Ahmad Luthfi mengatakan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat supaya berhati-hati dalam mengunggah identitas pribadi.

“Berdasarkan kejadian sejumlah kasus, banyak identitas yang diunggah oleh masyarakat disalahgunakan pihak tidak bertanggung jawab. Sehingga merugikan si pemilik identitas tersebut,”  kata AKP Yuliantara, Rabu (12/8).

Dikatakan, saat mengunggah identitas, baik itu Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Surat Izin Mengemudi (SIM) hendaknya masyarakat juga turut menyertakan “watermark” atau tanda khusus. Sehingga, pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin menyalahgunakan identitas tersebut tidak bisa berbuat banyak alias melakukan pengeditan.

“Kalau mengunggah identitas, jangan cuma polosan saja. Bisa ditambahkan dengan watermark pada gambar. Sehingga tidak dapat disalahgunakan secara langsung,” terang Yuliantara.

Disinggung jeratan hukum untuk pelaku penyalahgunaan identitas, AKP Yuliantara mengaku, penyalahguna identitas yang mengunduh lewat internet dapat dijerat dengan UU IT. Namun, jika digunakan kejahatan lainnya pelaku bisa dijerat pasal berlapis.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge