0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PKL Akik di Solo Diminta Masuk Pasar

Dok. Timlo.net/Setyo
Batu akik dalam beberapa waktu terakhir booming di banyak daerah (Dok. Timlo.net/Setyo)

Solo —  Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo mendorong pedagang kaki lima (PKL) akik untuk masuk ke sejumlah pasar. Pasalnya selama ini PKL akik yang menggelar dagangannya di pinggir jalan dianggap mengganggu ketertiban serta kelancaran lalu lintas. Selain itu juga untuk menghindari berkembangnya PKL liar di Kota Bengawan.

“Kan PKL akik banyak. Misalnya di kawasan depan Taman Balekambang, kemudian di wilayah Mojosongo, dan lainnya. Semuanya kita dorong untuk mau masuk ke dalam pasar,” kata Kepala DPP Kota Solo, Subagyo, Selasa (11/8).

Subagyo mengungkapkan, jumlah PKL akik ini cukup banyak dan tersebar di beberapa kawasan. Dia khawatir jika dibiarkan keberadaan mereka akan mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Karena itu pemerintah mendorong mereka untuk menempati pasar-pasar tradisional.

“Dengan demikian pengguna jalan tidak merasa terganggu,” katanya.

Disinggung mengenai pembuatan pasar khusus untuk penjual Akik, Subagyo mengaku belum memiliki pandangan ke arah itu. Dia berpendapat, meskipun beromset besar, tetapi penjualan akik ini hanya bersifat tren saja.

“Kan hanya sifatnya tren saja, tidak terus meledak begitu penjualannya. Kita kan juga harus perhitungkan itu. Jangan-jangan nanti seperti penjualan Jemani atau Gingseng itu, yang tiba-tiba ambruk,” kilahnya.

Subagyo berjanji akan segera berkoordinasi dengan berbagai jajaran untuk melakukan sosialisasi dan penertiban terhadap PKL akik.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge