0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Solo

Nekat Pasang Iklan di Media Massa, Paslon Bisa Dibatalkan

Ketua Panwaslu Solo, Sri Sumanta (dok.timlo.net/daryono)

Solo —¬†Pasangan calon (Paslon) yang nekat memasang iklan di media massa secara mandiri bakal dibatalkan sebagai calon. Pasalnya, iklan di media cetak dan elektronik selama masa kampanye sudah diatur dan ditanggung Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Pelanggaran yang bisa didiskualifikasi yakni jika paslon memasang iklan kampanye di media cetak dan elektronik, selain yang dipasang oleh KPU,” kata Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Solo, Sri Sumanta kepada wartawan, Selasa (11/8).

Larangan kampanye di media massa itu, kata Sumanta, diatur secara jelas dalam Peraturan KPU No 7 Tahun 2015 tentang Kampanye. Dalam Pasal 68 ayat 3 disebutkan, pasangan calon dan atau tim kampanye dilarang memasang iklan kampanye di media massa cetak dan media massa elektronik.

Sanksi atas pelanggaran itu, sambungnya, diatur di Pasal 73. Di ayat (1) disebutkan, pelanggaran atas larangan ketentuan pemasangan iklan kampanye di media massa diberikan sanksi peringatan tertulis dan perintah penghentian penayangan iklan kampanye di media massa.

“Apabila Paslon tidak melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam waktu 1 x 24 jam, paslon yang bersangkutan dikenai sanksi pembatalan sebagai calon,” jelasnya.

Selain pelanggaran pemasangan iklan di media massa, Paslon juga bisa dibatalkan jika terbukti melakukan money politics. Namun, pembatalan baru bisa dilakukan setelah adanya putusan pengadilan.

“Aturan ini memang agak rancu. Di ketentuan PKPU, soal money politics ini disebutkan sanksinya pidana. Tetapi tidak ada sanksi pidana. Kalau pembatalan Paslon itu kan sanksi administrasi,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge