0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Eksekusi Lahan Memanas, Polisi Turun Tangan

dok.timlo.net/achmad khalik
Suasana eksekusi tanah di Jebres (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Puluhan warga dari Kampung Kandang Sapi RT 05/ RW 01 Jebres, Solo menghadang jalannya eksekusi lahan yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Solo, Selasa (11/8). Warga menolak eksekusi lantaran pihak penggugat tak pernah hadir selama proses persidangan berlangsung.

“Saya ingin bertahan di sini, sejak dulu juga tinggal di sini,” ungkap salah seorang warga, Widodo (70).

Dikatakan, sejak lahir dirinya telah menempati lahan tersebut. Ketika keluar hasil gugatan, pihaknya telah membulatkan tekat untuk menentang eksekusi yang dimenangkan oleh pihak penggugat.

“Meski ditawari berapapun, saya akan tetap mempertahankan tanah ini,” tegas nya.

Disinggung penawaran yang telah dilakukan pihak penggugat, Widodo mengaku, telah ditawari untuk meninggalkan lahan seluas 1051 meter tersebut dengan biaya Rp 500 juta dan dinaikkan menjadi Rp 750 juta. Dana tersebut dibagi 4 KK ahli waris. Namun dia sepakat menolak. Dia sendiri mengatakan tanah tersebut sudah disertifikatkan atas nama Parinem dan Waginem. Pihaknya yang secara resmi memegang sertifikat tersebut.

“Sebenarnya kalau Mulyono (penggugat) kalau ke sini dan bicarakan dengan baik akan kami berikan bagian mana yang dia minta. Pasalnya selama di persidangan dia tidak pernah ada, saya khawatir dimanfaatkan pihak ketiga,” jelas Widodo.

Sementara, kuasa hukum pihak penggugat, Prihananto mengatakan lahan tersebut milik orang tua Mulyono (penggugat). Namun surat hak waris dipalsukan dan Dibuat sertifikat oleh penghuni lahan tersebut.

“Lahan tersangka tersebut milik orang tua Maryono, penghuninya saat ini yakni pemilik sertifikat Parinem dan Wagiyem dipersilahkan tinggal di tempat itu, tapi setelah meninggal justru disertifikatkan, Kami memiliki bukti Leter  C,” tuturnya.

Pantauan Timlo.net, suasana eksekusi yang dilakukan oleh pihak PN Solo sempat memanas. Guna menghindari kericuhan warga Kapolsek Jebres Kompol Edison Panjaitan langsung turun tangan. Dia meminta warga untuk lebih dulu bermusyawarah dengan pihak penggugat dan pelaksana eksekusi Pengadilan Negeri (PN) Solo.

“Negosiasi dulu, musyawarah. Saya harapkan ada titik temu biar tidak ada kericuhan,” kata Kapolsek.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge