0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kekeringan, IDI Ingatkan Warga Tak Konsumsi Air Sungai

Warga mencari air di belik (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Masyarakat di daerah rawan kekeringan dilarang untuk tidak mengonsumsi air dari kubangan sungai. Pasalnya, selain kotor, air sungai mengandung kuman yang bisa menimbulkan penyakit. Selain itu juga mengandung logam yang bisa mengakibatkan gagal ginjal.

“Untuk air minum sebaiknya gunakan air bersih, terlalu beresiko mengonsumsi air sungai,” ungkap Ketua IDI Boyolali, dr Syamsudin, Selasa (11/8).

Dijelaskan, bakteri yang paling rentan menyerang adalah bakteri E-Coli yang bisa mengakibatkan diare. Selain itu,air sungai juga tercemar oleh kotoran manusia yang mengakibatkan penyakit kulit,seperti gatal-gatal.

Selain dilarang untuk dikonsumsi, air sungai juga disarankan tidak digunakan untuk mencuci. Namun bila kondisi memaksa, sebelum digunakan air sebaiknya diendapkan terlebih dulu.

“Endapkan dulu baru bisa digunakan,” lanjut Syamsudin.

Diakui, di sejumlah daerah rawan kekeringan, masyarakat terpaksa menggunakan air kubangan di sungai untuk memenuhi kebutuhan, seperti minum, masak, mandi dan mencuci. Kondisi ini dilakukan karena minimnya sumber air bersih.

Sementara untuk mengantisipasi agar warga tidak mengonsumsi air sungai. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan puskesmas se-Boyolali agar lebih mengiatkan sosialisasi.

“Kalau ada yang menderita gatal-gatal setelah menggunakan air sungai, segera berobat ke Puskesmas,” tandasnya.

Wilayah Boyolali yang mengalami kekeringan di 44 desa di enam kecamatan, seperti Wonosegoro, Musuk,Kemusu dan Juwangi

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge