0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengiriman Sapi Keluar Daerah Disetop

dok.timlo.net/tarmuji
Pedagang sapi di pasar hewan Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Menyikapi beredarnya kabar kelangkaan sapi potong dan daging di Wonogiri, Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakperla) setempat menurunkan tim pemantau di sejumlah pasar tradisional.

“Pasokan maupun harga daging sapi di sejumlah pasar di daerah relatif cukup dengan harga stabil,” tegas
Kepala Disnakperla Wonogiri melalui Kabid Kesehatan Hewan (Keswan), Surip Surono, Selasa (11/8).

Menurutnya, kondisi Wonogiri tak separah apa yang terjadi di wilayah DKI Jakarta. Sedang terkait kabar kelangkaan pasokan maupun daging sapi di pasaran disebutnya terlalu dibesar-besarkan.

“Sejak menjelang Lebaran sampai sekarang pun harga daging masih tetap stabil Rp 105 ribu per kilo, itu pun daging super (kelas A),” jelasnya.

Dikatakan, kesibukan para jagal di Wonogiri yang tersebar di 25 rumah jagal tidak terpengaruh dengan situasi krisis daging di luar daerah.

“Kalau RPH milik pemkab rata-rata memang hanya memotong 1 ekor per hari,” katanya.

Masih lanjut Surip, soal angka pengiriman sapi pedaging (potong) dari Wonogiri ke Jakarta dan kota-kota besar lainnya sudah sejak April silam disetop. Seperti diketahui, Wonogiri merupakan penghasil sapi potong kedua terbesar di Jateng setelah Blora.

“Terakhir pengiriman ke Jakarta terjadi April silam sebanyak 11 ekor,” tandasnya.

Ditambahkan, sepinya pengiriman sapi dewasa ini lantaran ada regulasi baru yang melarang keras sapi betina produktif dipotong, sehingga berpengaruh terhadap angka pengiriman sapi keluar kota.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge