0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gagal Jadi Polisi Sungguhan, Eh…Malah Jadi Polisi Gadungan

Ilustrasi Polisi (merdeka.com)

Timlo.net — Seorang pria di Depok terpaksa diamankan pihak kepolisian karena menjadi polisi gadungan. Aditya Budiman (28) digelandang ke Polresta Depok setelah sebelumnya diamankan oleh petugas Samsat Depok di Jalan Merdeka, Sukmajaya, Depok.

Ketika diamankan, Adit berpakaian layaknya seorang polisi sungguhan. Sarjana ekonomi sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta itu bahkan memakai atribut lengkap kepolisian disertai lambang berpangkat Brigadir. Namun ketika petugas memintanya menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Adit tidak dapat menunjukkan.

Setelah diketahui sebagai polisi gadungan, Adit pun hanya terdiam. Apalagi setelah petugas provost dan Satreskrim Polresta Depok menggiringnya ke polres, Adit hanya tertunduk sambil menutupi wajahnya dengan jaket.

Kepada petugas, dia mengaku senang dengan atribut polisi karena kecintaannya pada dunia polisi. Dia bahkan bercita-cita menjadi polisi.

“Dari kecil saya punya cita-cita jadi polisi,” katanya, Senin (10/8).

Bahkan dia pernah ikut tes calon polisi. Namun usahanya itu gagal hingga cita-citanya pupus.

“Cuma sekali coba aja tapi gagal,” ungkapnya.

Setiap hari, dia kerap memakai seragam polisi lengkap. Bahkan dia kerap mengatur arus lalu lintas di kawasan Sukmajaya. Namun kini Adit harus berurusan dengan polisi lantaran dianggap menyalahi aturan.

“Saya sudah empat bulan pakai baju polisi,” akunya.

Terungkapnya kasus polisi gadungan bermula atas kecurigaan petugas akan keanehan seragam yang dipakai Adit. Saat ditangkap, dia sedang mengurus surat TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Baru) sebuah mobil yang bukan atas namanya.

“Peristiwa ini ditangani oleh Polresta Depok. Orangnya sudah dibawa ke Mapolresta Depok,” kata Panit TU Samsat Kota Depok Iptu Dwi Hardono.

Kecurigaan petugas bermula ketika melihat celana bahan yang dipakai Adit tak seperti seragam umumnya. Celana yang digunakan Adit cenderung menyerupai celana jins. “Beda, seragam yang dikenakan pelaku tidak seperti biasanya. Warnanya berbeda,” ujar Asep Bahtiar, petugas Samsat yang pertama kali merasa curiga dengan pelaku.

Agar tidak merugikan banyak pihak, Asep berinisiatif segera melaporkan kejadian ini ke Polresta Depok. Adit pun dibawa ke polres untuk dimintai keterangan.

[ren]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge